Misteri Kisah Nabi Adam dan Nabi Sis

Misteri Kisah Nabi Adam dan Nabi SisBILIKMISTERI.WEB.ID – Di dalam Taman Surga lahir seorang manusia yang diberi nama Adam. Ketika Tuhan memilihnya sebagai kalifah, para malaikat yang dipimpin Ajajil mengajukan keberatan.

Karena umat manusia dinilai hanya berbuat kerusakan saja. Maka, Tuhan pun mengajari Adam berbagai macam ilmu pengetahuan yang membuatnya mampu mengalahkan kepandaian para malaikat.

Di hadapan para malaikat, Tuhan menguji kepandaian Adam. Para malaikat akhirnya mengakui keunggulan Adam. Tuhan kemudian memerintahkan semua malaikat untuk bersujud menghormat kepadanya.

Para malaikat serentak bersujud melaksanakan perintah Tuhan, kecuali pemimpin mereka yang bernama Ajajil. Malaikat Ajajil menolak bersujud kepada Adam karena baginya hanya Tuhan semata, satu-satunya yang pantas disembah.

Meskipun mengajukan berbagai alasan, tetap saja Ajajil dianggap sebagai pembangkang. Ajajil kemudian dikeluarkan dari Taman Surga dan dijuluki sebagai Sang Iblis.


Nabi Adam kemudian menikah dengan seorang wanita anugerah Tuhan bernama Hawa. Keduanya diizinkan menikmati segala macam isi Taman Surga kecuali buah dari suatu pohon larangan.

Sementara itu Ajajil Sang Iblis datang menyusup ke dalam Taman Surga dengan menyamar sebagai seekor ular. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa Adam bukan sosok sempurna dan bisa dikalahkan olehnya.

Dengan kepandaiannya berbicara, ular samaran Ajajil berhasil menghasut Adam dan Hawa sehingga keduanya memakan buah pohon larangan.

Mengetahui hal itu, Tuhan pun menghukum pasangan tersebut keluar dari Taman Surga. Adam kemudian membangun tempat tinggal di daerah Asia Barat Daya bernama Kerajaan Kusniyamalebari.

Setelah memimpin selama 129 tahun, barulah Adam dan Hawa memiliki keturunan. Setiap kali melahirkan mereka mendapatkan putra dan putri sekaligus. Putra yang tampan lahir bersama putri yang cantik, sedangkan putra yang buruk rupa lahir bersama putri yang buruk pula.

Setelah lahir lima pasangan, Adam dan Hawa berniat menikahkan putra dan putrinya itu. Adam memutuskan untuk menikahkan putra yang tampan dengan putri yang jelek dan sebaliknya.

Sementara itu, Hawa mengusulkan agar putra yang tampan dinikahkan dengan putri yang cantik, sedangkan putra yang jelek dengan putri yang jelek sesuai pasangan kelahiran masing-masing.

Adam dan Hawa sama-sama saling mempertahankan pendapat. Keduanya sepakat mengeluarkan rahsya untuk mendapatkan petunjuk dari Tuhan.

Atas kehendak Tuhan, rahsya milik Adam tercipta menjadi bayi namun hanya berwujud ragangan, sementara rahsya milik Hawa tetap berwujud darah. Menyaksikan hal itu Hawa pasrah terhadap keputusan Adam.

Beberapa waktu kemudian, cahaya nubuwah Adam keluar dari dahinya dan berpindah pada tubuh ragangan bayi tersebut. Akibatnya, ragangan bayi tersebut pun hidup menjadi bayi normal.

Tuhan memberi petunjuk supaya bayi tersebut diberi nama Sis, di mana kelak ia akan menurunkan para pemimpin dunia. Adam sangat bersyukur dan membawa bayi Sis pulang.

Sepeninggal Adam, cupu yang tadinya digunakan sebagai wadah rahsya terhempas oleh angin kencang sehingga jatuh di dekat Samudera Hijau. Cupu tersebut ditemukan oleh Malaikat Ajajil dan disimpannya sebagai pusaka, diberi nama Cupumanik Astagina.

Beberapa tahun kemudian Sis tumbuh menjadi manusia istimewa yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.

Selain memiliki lima pasang kakak, Sis juga memiliki 35 pasang adik dan seorang adik perempuan yang lahir tanpa pasangan bernama, Siti Hunun.

Pada suatu hari Nabi Adam mengutus Sis untuk mengambil buah di Taman Surga. Sis berhasil memasuki tempat tersebut dan mendapatkan buah yang diinginkan Adam.

Selain itu, Sis juga mendapatkan anugerah dari Tuhan berupa seorang bidadari bernama Dewi Mulat. Sis kemudian menikah dengan Mulat. Keduanya hidup berumah tangga di negeri Kusniyamalebari.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *