Inilah Cara Illuminati Mengendalikan Budaya Kita

BILIKMISTERI.WEB.ID – Bagaimana kita mengetahui, apa yang kita ketahui? Kita diajari oleh media massa dan sistem pendidikan. Tapi bagaimana jika mereka disubversi oleh sebuah perkumpulan rahasia pengikut setan, yaitu Illuminati? (yakni Yahudi Kabalis dan Freemasonry.)

inilah-cara-illuminati-mengendalikan-budaya-kita

“Modernisme” merupakan cerminan penyimpangan secara bertahap terhadap realitas dan moralitas yang direkayasa oleh bankir Illuminati. Apa yang kita anggap sebagai “kemajuan” sebenarnya merupakan kemajuan dari agenda mereka yaitu agenda si penyembah Setan.

Memang terjadi sebuah perubahan yang “mengubah dunia.” mengubah dari Tata Dunia Lama menuju kepada Tata Dunia Baru, yaitu yang seharusnya penyembahan hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa diubahnya menjadi penyembahan kepada Lucifer atau Setan, atau mengubah realitas ciptaan Tuhan kepada ilusi ciptaan Setan. (QS. al-Hijr 15:39)

Media massa dan sistem pendidikan mempromosikan pengasingan realitas. Kebenaran ditekan. Kebohongan yang disebarluaskan. Perilaku negatif atau akhlak yang merusak diri sendiri digambarkan dengan penerangan yang positif.


Modernisme adalah solipsisme (teori yang memandang bahwa hanya dirinya sendiri yang merupakan realitas) dimana kesesatan para bankir ‘menjadi norma yang diyakini sebagai kebenaran’. Misalnya, CIA aktif mempromosikan seni abstrak modern, seni yang terputus dari identitas manusia dan aspirasinya, seni yang setiap anak atau monyet bisa melakukannya.

Mereka membiayai majalah budaya seperti, (Encounter, Partisan Review) kritikus (Clement Greenberg) dan museum seni melalui jaringan yayasan dan jutawan Illuminati seperti Nelson Rockefeller dan John Hay Whitney .

“Banyak seniman dalam gerakan ini memiliki latar belakang radikal seperti (Jackson Pollock, Mark Rothko dan Franz Kline misalnya …) lukisan mereka, dengan ekspresi kesadaran gestural artis dan penolakan total terhadap representasi, merupakan celaan besar terhadap … seni Soviet … ” ( p.106 )

Sambil berpura-pura menolak realisme sosialis, CIA memajukan agenda komunis yang membuat seni bertentangan, tidak relevan dan jelek .

Cerita yang sama dapat diterapkan juga untuk sastra modern di mana “anti-pahlawan,” yaitu orang luar terasing dan orang yang tidak dapat menyesuaikan diri (dengan perintah Tuhan-AZ) yaitu Yahudi Illuminati menjadi pahlawan. “Pahlawan” bukan komunitas pembangun tetapi pemberontak penyembah Lucifer, perusak dalam doktrin Kabalis.

Demikian pula, kritik sastra modern merupakan bahasa sihir (linguistic voodoo) memisahkan dari penulis realitas sosial, biografi atau tujuan. Sastra diperlakukan seperti artefak mandiri.

Kata atau kalimat yang terisolasi dianalisa seperti tulisan suci. Kritik ini adalah ortodoksi ketika saya kuliah di universitas. Aku bertanya-tanya mengapa plasebo ini disajikan sebagai “kebenaran.” Sekarang aku tahu.

Cerita yang sama dapat diulang dalam musik, TV dan film. Ceritera ini telah meyakinkan setiap orang bahwa seorang perawan muda yang subur adalah seorang Dewi, cinta romantis dan seks adalah obat ajaib serta sebagai tujuan hidup. (Apa bedanya dengan seks yang dilakukan oleh pagan penyembah setan Illuminati? )

Dengan demikian bagaimana orang-orang yang bingung, menyimpang dari kebenaran Tuhan dan pengkhianat umat manusia ditempatkan ke dalam semua posisi pemimpin.

Hanya karena melihat dipakainya semua logo dengan imitatif (matahari terbit), titik, piramida (segitiga) atau kombinasi dari ketiganya. Semua logo ada dimana-mana. Coba tebak? Sementara kita sedang tidur, seorang pemuja setan mengambil alih.

Agar seni menjadi relevan, harus menyampaikan pesan pemuja setan yang merupakan kanker perusak masyarakat ini.

BACA JUGA:  Legenda Asal - Mula Siluman Harimau


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *