Wilayah Kekuasaan Kerajaan Mokole Matano

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Mokole MatanoWilayah kekuasaan Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano yang disepakati oleh Datu’ Luwu sangat luas.

Wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi alam yang sangat baik, sehingga wilayah tersebut dapat digunakan oleh segenap anak rakyatnya (Palili) untuk mengambil hasil bumi.

Adapun batas wilayah yang dikuasakan tersebut antara lain mulai dari Dopi-Dopi terus menyeberang ke sungai Ussu hingga ke puncak gunung Bokilo, melalui Uwai Mami dan Paa Rako kemudian turun di Sarambu sampai di kali Buranga dan menyeberang lagi di sungai Mata Solo terus ke di gunung Palabangea.

Wilayah kekuasaan Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano ini kemudian naik lagi ke Lewembia di tengah dua gunung Ngakatedo dan keluar di Bantae, setelah itu ke Lewerea terus melalui Koro Kilo menaiki gunung Watumora sampai di Takole Kaju, kemudian dari situ terus menuju ke Lereng gunung Pongko di sebelah utara melalui Laroeha, Sinambi, Tambalako, sampai di gunung Molindowe.

BACA JUGA:  Dewi Cina dan Dewi Angsa

Disitu batas mulai gunung Sokojo, Bahono turun di Pa’a Ngkambe naik di Monggoeni turun di Asonimbino sampai di Koroni terus di Tingkokomini, naik lagi di Wawalingkao turun di Baho Melewe sampai di Ruruaki, batas Bungku Kendari, dari situ naik di Tambalabake terus di Halu Tale.


Wilayah ini terus hingga ke gunung Lengke ke Taparang Masapi, lalu turun di Larea Nea terus di Kato turun lagi di sungai Larona sampai Loameato, mengikuti sungai sampai di Monuwo, naik di Wawo Ntandole sampai Wawo Nsau, dari situ turun di Sampapano sampai di Tambonunu dan akhirnya ketemu lagi di Dopi-Dopi.

Semua suku dan kelompok manusia yang tinggal di batas tanah yang disebutkan di atas berada dalam kekuasaan Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano seperti;

  1. Anak Mokole
  2. Ihi Inia
  3. To Taipa
  4. To Tambe’e Bangkano Tambalako
  5. To Karunsi’e
  6. To Padoe Bangkano Kalende
  7. To Kinadu
  8. To Konde
  9. To Routa
  10. To Lamundre

Khusus untuk To Routa dan To Lamundre lepas dari pengawasan Mokole Matano pada tahun 1921. Mereka memutuskan berpisah dengan Mokole Matano dan bergabung pada kerajaan Konawe (Kendari).

BACA JUGA:  Salah Satu Kisah dari Versi yang Lain Tentang Kanjeng Ratu Kidul

Perpisahan ini terjadi karena adanya perbedaan pemahaman setelah pemerintahan Hindia Belanda mulai megintervensi berbagai etnis di Sulawesi terutama kerajaan Konawe dan Mokole Matano.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *