Misteri Lumpur Lapindo dan Kutukan Marsinah

BILIKMISTERI.WEB.ID – Lumpur lapindo memang sudah lama terjadi, namun tidak ada salahnya jika kita membahas mengenai misterinya kali ini. Lumpur lapindo mulai menyembur tgl 29-mei-2006, yang cukup jelas tentang keadaan sebelum lumpur lapindo menyembur dengan saat ini, terlihat atap pabrik 14-agustus-2005, kemudian pabrik mulai tenggelam 7-agustus 2006, sampai hilang sama sekali tak berbekas.

Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo , adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia,

Sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan.

Marsinah adalah salah seorang karyawati PT. Catur Putera Surya yang aktif dalam aksi unjuk rasa buruh. Dia lahir di Nglundo, 10 April 1969 – meninggal 8 Mei 1993 pada umur 24 tahun. Keterlibatan Marsinah dalam aksi unjuk rasa tersebut antara lain terlibat dalam rapat yang membahas rencana unjuk rasa pada tanggal 2 Mei 1993 di Tanggulangin, Sidoarjo. 3 Mei 1993, para buruh mencegah teman-temannya bekerja. Komando Rayon Militer (Koramil) setempat turun tangan mencegah aksi buruh.

BACA JUGA:  Kesaksian Pilot Mengenai Hilangnya Pesawat Malaysia

4 Mei 1993, para buruh mogok total mereka mengajukan 12 tuntutan, termasuk perusahaan harus menaikkan upah pokok dari Rp1.700 per hari menjadi Rp 2.250. Tunjangan tetap Rp 550 per hari mereka perjuangkan dan bisa diterima, termasuk oleh buruh yang absen. Sampai dengan tanggal 5 Mei 1993, Marsinah masih aktif bersama rekan-rekannya dalam kegiatan unjuk rasa dan perundingan-perundingan. Marsinah menjadi salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan.


Siang hari tanggal 5 Mei, tanpa Marsinah, 13 buruh yang dianggap menghasut unjuk rasa digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo. Di tempat itu mereka dipaksa mengundurkan diri dari CPS. Mereka dituduh telah menggelar rapat gelap dan mencegah karyawan masuk kerja.

Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Setelah itu, sekitar pukul 10 malam, Marsinah lenyap. Tak seorangpun dapat mengetahui apa yang ada dalam benak Marsinah malam itu: Rabu 5 Mei 1993. Yang diketahui, sepulang dari rumah temannya yang memberi Surat Persetujuan tersebut, ia mengajak dua kawan yang menemaninya untuk membeli makanan.

BACA JUGA:  Misteri Keberadaan Dewi Angsa

Tapi karena sudah larut malam, menjelang setengah sepuluh, keduanya menolak. Mereka berpisah di bawah pohon mangga dekat Tugu Kuning, desa Siring. Mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993.

Kematian Marsinah 8-5-1993, dan 13 tahun berikutnya, tepat peringatan 13 tahun Kematian Marsinah, 8-5-2006, terhitung 21 hari setelahnya, atau tepat tgl 29-mei-2006 mulai menyembur lumpur lapindo, dekat dengan pabrik marsinah, perhatikan bahwa Marsinah ditemukan tewas di nganjuk sebuah susunan abjad nganjuk Jika A=1, B=2 … NGANJUK=78 dan 21 hari membentuk 78+21=99.

Lumpur Lapindo Meledak tgl 22-11-2006 Membentuk 99, Lumpur lapindo menyembur 2 hari setelah gempa yogya, dimana gempa yogya itu sendiri telah diperingatkan akan terjadinya sebelum gempa itu terjadi hingga sebuah 22 muncul dari ledalkan lumpur lapindo sebagai keniscayaan.

Lihatlah Sidoarjo yang membentuk 91 , , S=19, I=9,D=4,O=15,A=1,R=18,J=10 dan O=15, semua berjumlah 19+9+4+ 15+1+18+10+15=91:: hingga memberikan sebuah arti dari yang terjadi dibawah ini.

– Makna 99 atas ledakan lumpur Lapindo di PORONG yang terjadi tgl 22-11-2006 membentuk 2+2+1+1+2+0+0+6=14 dan Jika A=1, B=2 … Porong=85, sehingga 14+85=99

– Setelah Lumpur Lapindo meledak membentuk 99, maka berikutnya Adam Air Jatuh berangkat dari Surabaya, juga memuat 99 diambil dari terjadinya tgl 1-1-2007 membentuk 1+1+2+0+0+7=11 dan Jika A=1, B=2 …SURABAYA=88 sehingga 11+88=99

BACA JUGA:  Ramalan Ki Joko Bodo Untuk Pesawat Malaysia Airlines MH370

– Setelah Adam Air Jatuh, kemudian terjadi Banjir Jakarta 2-2-2007 yang juga membentuk 99, terjadnya membentuk 2+2+2+0+0+7=13 dan Jika A=1, B=2 … DKIJAKARTA=86 sehingga semuanya 13+86=99.

Dan ajaib …. Lumpur Lapindo Meledak tepat 99+99 hari peringatan 13 Tahun Marsinah, Sebuah perhitungan yang aneh dan ketepatan tinggi antara marsinah meninggal dan lumpur lapindo meledak sebagai keanehan yang yang lain berkaitan dengan kematian marsinah, tahun 8-mei-2006 adalah peringatan meninggalnya marsinah yang ke 13 (2006-1993), maka angka 99 muncul kembali, yaitu 99+99 hari dari kematian marsinah, lumpur lapindo meledak tgl 22-11-2006. 22:26 Pipa Pertamina Meledak di Lapindo, 2 Orang Tewas, 22:40 Ledakan Pipa, 3 Orang Masih Hilang, 23:05 Korban Tewas Ledakan Pipa Dievakuasi, 23:31 Tim SAR Coba Evakuasi Mobil Yang Terhanyut Lumpur, 23:36 Jalan Tol Porong Lumpuh Total, 23:45 Ledakan Pipa Gas Pertamina Akibat Land Subsidence.

Marsinah dan Pabrik Tempat Bekerja Membentuk 99, Keanehan berikutnya tentang 99 ini muncul dari nama marsinah, yang membentuk jumlah susunan abjad m=13,a=1,r=18 … semua berjumlah 83, dan tempat marsinah bekerja adalah PT CPS (Catur Putra Surya), secara susunan abjad C=3,P=16 dan S=19, semua berjumlah 38, sehingga total 83+38=121 yang membentuk 99+22.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *