Misteri Makhluk Berakal di Luar Bumi

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Misteri Mahluk Berakal di Luar Bumi

Fahmi Basya (Dosen UIN Jakarta) yang terkenal dengan pelatihan spiritual dan matematika Al Qur’annya menjelaskan (dan tampaknya beliau percaya) bahwa mahluk di luar bumi itu ada. Soal cerdas atau tidak, tampaknya percaya juga bahwa mahluk luar bumi dan bukan berasal dari bumi itu memiliki kecerdasan.

Ayat yang mendukungnya adalah QS 65:12 At Thaalaq yang berbunyi :

Allah Yang menciptakan tujuh langit dan sebagaian bumi seperti mereka, Dia turunkan perintah antara keduanya, agar kamu ketahui bahwa Allah atas tiap sesuatu Berkuasa, dan sesungguhnya Allah sungguh meliputi karakter tiap sesuatu dengan Ilmu (Versi Fahmi Basya)

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Versi Depag)

QS:42:29 . Asy Syuura :


Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

QS 45:4. Al Jaatsiyah :

Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,

Ayat di atas, dapat saya pahami :

Allah menciptakan langit sebanyak 7 langit dan seperti itu pula bumi.

Apakah 7 lapisan langit atau 7 langit, apakah ada 7 bumi ataukah pada bumi juga ada lapisan, kebetulan pula bahwa bumi ada 7 lapisan (Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Termosfer, Ionosfer, Eksosfer)

Tiap langit diberikan urusannya. Ataukah langit diterjemahkan sebagai heavens?. Wah, saya tidak begitu memahaminya. Andaikan yang dipahami ada 7 bumi (seperti 7 langit, seperti 7 surga, seperti 7 neraka dan banyak angka 7 yang berulang-ulang disebutkan dan nampak di struktur alam ini. Apakah berarti ada 7 tempat?, saya tak bisa menarik garis batas jelas.

Andaikan ada 7 bumi, dapat dipahami bahwa “sangat boleh jadi, manusia di bumi ini, yang tinggal di galaksi bima sakti ini” bukan satu-satunya mahluk berakal di alam semesta? Karena kata… seperti itu pula bumi, berarti kalau ada 7 langit yang bukan lapisan, begitu juga bumi ada 7 juga dong. Saya lebih “suka” atau memahami langit itu bukan 7 lapisan, tapi 7 langit dengan alasan :

BACA JUGA:  Menguak Misteri Garis-Garis Nazca

17:44. Al Israa’ : Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Lalu, kenapa ya tidak pada ayat itu Langit yang tujuh, dan Bumi yang tujuh juga. Saya tidak tahu. Mungkin juga Langit (heaven) seperti bumi, yang ada sungai mengalir di bawahnya, pohon dll (seperti bumi). Kalau arah berpikir kita ke sana, maka Langit ada 7, tapi bumi hanya satu. Tapi karakteristik bumi, seperti itu pula langit (hanya lebih sempurna dan lebih kekal).

Ada daabah, animal, mahluk melata di antara langit dan bumi, kadang diartikan pula binatang raksasa. Ini juga menjelaskan ada mahluk fisis di antara keduanya. Kenapa melata?, apakah burung melata. Boleh saja, tergantung skala melihatnya. Kalau dilihat dari bulan, semua yang di bumi itu, masuk katagori melata. Pada pemahaman ini, bisa nggak ya beranggapan bahwa daabah itu, termasuk juga manusia (?).

Tidak ada penjelasan cukup untuk menyatakan bahwa mahluk melata ini berakal dan berpotensi seperti manusia kini. Tapi, memperhatikan bahwa manusia sebagai khalifah, Al Qur’an rahmat untuk alam semesta, Adam turun ke bumi dari surga, sebaik-baiknya bentuk, maka dapat juga ditarik disimpulkan bahwa manusia hanya satu-satunya mahluk yang ada di alam semesta ini, sedangkan bumi yang lain tidak. Bisa saja hanya diisi oleh virus atau mahluk melata tidak berakal budi yang berkembang tidak sebagaimana manusia.

BACA JUGA:  Bagaimana Keadaan Dunia Tahun 2025

Posisi Jin,

Jin pada beberapa ayat berkatagori seperti manusia juga. Misal dari wahyu yang menyatakan “manusia dan jin” tembuslah langit jika mampu dan untuk itu harus dengan kekuatan. (QS 55:33). Namun, pada pembahasan ini, kita sisihkan dulu pikiran kita tentang jin.

Malaikat?,

Apalagi, malaikat tidak termasuk dalam posisi pembahasan karena tidak memenuhi syarat sebagai daabah (mahluk melata). Mahluk ini memiliki pola yang berbeda dan dari Al Qur’an, termasuk sebagai mahluk ghaib.

Jadi,

Apa kesimpulan kita terhadap mahluk fisis lain di luar bumi kita dan mahluk berakal di luar bumi kita?. Apakah memang kita adalah satu-satunya mahluk berakal di alam raya ini ?.

Saya sendiri, cenderung berpendapat bahwa kita, manusia, mahluk berakal budi adalah satu-satunya mahluk berakal di alam semesta ini. Mengapa?. Karena juga semua penjelasan tentang kehancuran alam semesta, selalu didekati pada mahluk yang dijadikan khalifah di muka bumi ini.

Kiamat semakin dekat dan dicirikan oleh sikap dan perilaku manusia kalau sudah begini dan begitu. Tapi, kalau pertanyaannya mahluk melata saja (tidak berakal budi), maka saya berpendapat bahwa al Qur’an memberikan kemungkinan jawaban : ada.

Apakah langit itu berada pada univers yang sama. Ada di alam raya ini, yang luasnya tak terkira ini?. Jelas tidak. Langit yang 7 itu eksis, sedang alam semesta (univers) mengalami kehancuran (dihancurkan) di hari kehancuran (saqar), dan diisi oleh mahluk manusia dan jin serta mahluk melata lainnya yang dimulai dari hari kiamat (hari kebangkitan).

Pandangan yang lain atau yang berbeda, sangat diharapkan.

Wallahu’alam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *