Kisah Pengembaraan Nabi Isa

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Kisah Pengembaraan Nabi Isa

Nabi Isa adalah Nabi Pengembara, sebagaimana diceritakan di dalam beberapa hadits, antara lain:

Dalam Kitab Hadits Kanzul Ummal diriwayatkan oleh Abu Hurairah:
“Allah telah mewahyukan kepada Nabi Isa a.s. : “Wahai Isa, berpindah-pindahlah engkau dari satu tempat ke tempat lain, supaya jangan ada yg mengenali engkau lalu menyiksamu”.

Diriwayatkan oleh Jabar : Nabi Isa a.s. senantiasa mengembara dari satu negeri ke negeri lain. Dan disuatu tempat bila malam tiba, beliau memakan beberapa tumbuhan hutan, serta meminum air bersih”.

Diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar r.a.: “ Yang paling dicintai oleh Allah adalah orang-orang yg gharib (miskin)”. Ditanyakan kepada beliau (saw) apakah gharib itu? Apakah orang-orang seperti Nabi Isa a.s. yang melarikan diri dari negerinya dengan membawa Iman?


Gelar Al Masih sendiri artinya adalah: Dia yg melakukan pengembaraan di negeri-negeri dan bagian-bagian dunia (Murthada Az Zabidi, Tajul ‘Uruus Jilid II). Dia yg banyak melakukan perjalanan di muka bumi dalam rangka penghambaan kepada Allah dan tidak berdomisili di satu tempat saja (Muhammad bin Ahmad al Qurthubi).

Mengenai negeri mana saja yang beliau kunjungi, dan kapan terjadinya peristiwa pengembaraan itu, ada beberapa pendapat diantaranya :

(1). Beliau selain berdakwah di Palestina, beliau juga mengembara di sekitar daerah Syam, Mesir, menyelusuri pantai dan lain-lain.

(2). Beliau akan mengembara di permukaan bumi, di saat beliau datang ke dunia ini, untuk yang kedua kalinya. Pendapat ini, didukung oleh mereka yang percaya bahwa Nabi Isa, sesungguhnya masih hidup, beliau saat ini dalam kondisi tertidur di suatu tempat.

(3). Beliau mengembara sampai ke tanah India, kemudian ke tibet, bahkan sampai ke Persia. Hal ini terjadi ketika beliau, berusia sekitar 13 tahun – 29 tahun, yang dalam istilah ahli sejarah, sebagai masa ”The lost years of Jesus Christus”.

BACA JUGA:  Misteri Candi Sukuh

Dalam bukunya “The Unknown Life Of Jesus Christ” yang terbit tahun 1894, wartawan Rusia Nicolas Notovich menjelaskan bahwa selama masa hilang itu Jesus (Nabi Isa) tinggal di India dan kemudian di Tibet.

Fakta ini diketahui dari naskah-naskah kuno yang dia temukan tahun 1882 di biara Himis, 25 mil dari Leh, ibu kota Ladakh di Tibet. Dikatakan bahwa naskah-naskah kuno itu berasal dari India dalam bahasa Sanskerta, lalu diterjemah kan kedalam bahasa Pali dan selanjutnya ke bahasa Tibet.

Dalam bukunya “In Kashmir and Tibet”, Svami Abhedananda membenarkan temuan Notovich ketika dia mengunjungi Tibet tahun 1922. Dia datang langsung ke Leh di Tibet dan mendapat penjelasan dari para Lama  yang memperlihatkan naskah-naskah kuno dalam bahasa Tibet tentang keberadaan Jesus (Nabi Isa) di India dan Tibet dimasa lalu.

(4). Beliau mengembara ke Taxila (Pakistan), kemudian ke Kashmir (India). Kisah pengembaraan ini dimulai, ketika beliau selamat, dari upaya pembunuhan (penyaliban).

Pendapat ini, diyakini oleh sebagian orang yang percaya, bahwa Nabi Isa sesungguhnya telah wafat dan tidak mungkin lagi kembali ke dunia ini .

Mengenai bagaimana Nabi Isa wafat, ada berbagai versi. Salah satunya adalah, sebelum wafat Nabi Isa bersama ibunya mengungsi keluar dari Palestina, beliau tidak naik ke langit melainkan pergi keluar negerinya sendiri karena diselamatkan Allah. Belaiu dan ibunya ke satu tempat yang tinggi (QS. Al-Mukminum (23) : 50).

Pernyataan Al Quran bahwa Nabi Isa diungsikan ke tempat yang tinggi, ada pendapat yang menyatakan daerah tersebut adalah Kashmir di India. Sebab dikatakan lebih lanjut bahwa “tempat tinggi” itu aman, indah dan memiliki banyak mata air. Ini cocok sekali dengan suasana alam Kashmir yang bergunung-gunung dengan pemandangan damai nan indah dan mata air melimpah.

BACA JUGA:  Asal Muasal Pesugihan Gunung Kawi

Dalam buku “Acts Of Thomas” diceritakan tentang perjalanan Jesus beserta Thomas di Pakistan (yang pada waktu itu bernama Taxila) dan berkunjung ke istana Raja Gandapura (=Gundafor).

Kira-kira 40 km selatan Srinagar terdapat dataran rendah nan luas yang disebut Yuz-marg, konon disini beberapa suku Israel bermukim. Mereka hidup sebagai gembala/peternak yang sampai saat ini menjadi mata pencaharian penduduk di daerah itu .

Kira-kira 170 km barat kota Srinagar ada kota kecil bernama Mari. Di kota kecil ini terdapat makam tua yang disebut “Mai Mari Da Asthan”, yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir bunda Maria (Maryam binti Imran).

Di bagian wilayah tua pusat kota Srinagar yaitu Distrik Khanyar terdapat prasasti yang menceritakan kedatangan Nabi Isa (Jesus) di Kashmir. Menurut Prof. Fida Hassnain, pakar arkeologi dan sejarah Kashmir, peristiwa itu terjadi pada sekitar tahun 3154 Era Laukika atau tahun 78M.

Nabi Isa yang merupakan keturunan Nabi Harun, mengembara ke negeri-negeri timur, di sana beliau berdakwah, menemui ”domba-domba” Bani Israil yang hilang. Dan di negeri timur ini juga, pada akhirnya beliau diwafatkan Allah secara wajar.


11 TANGGAPAN untuk “Kisah Pengembaraan Nabi Isa

  1. Hendaknya kita harus berhati2 setiap membaca artikel sbgi antisipasi dari berita2 hoax dan profokatif yg berpotensi merusak iman serta keadaan sosial.Tidak jarang informasi2 di media internet mengandung doktrinasi yg menyesatkan dan bersifat mengadu domba yg di ciptakan oleh oknum2 yg tdk bertanggung jawab guna memicu konfrontasi dan disintegrasi umat mau pun bangsa.Hidup damai dan saling menghormati di antara perbedaan itu akan lebih indah ketimbang perseteruan yg akan mengundang malapetaka…

    1. anda keliru, Islam hanya mengungkapkan berdasarkan fakta bukan dongeng tidur. Buka Injil dan Qur’an bersamaan dan bandingkan isinya, disitu akan anda temukan kebenaran yg hakiki. Dan Islam bukan menghina Yesus/Isa a.s, bahkan Islam sangat mengimani Isa a.s sebagai salah satu Rasul yg diturunkan di bumi ini.

  2. Ini baru pemaparan yang masuk akal,rasional,ilmiah.trutama jk fakta isa di tibet benar trungkap.trjemahan dia diwafatkan tdk masuk akal.yg tepat diangkat,atau semakna dgn disembunyikan dr pndangan manusia,sperti nabi khidir,dajjal samiri,dan org2 yg Tuhan beri tangguh, usianya Allah panjangkan,sampai akhir jaman…salut dengan pandangan yg mencerahkan ini…

  3. Min, tolong diralat, terjemahan QS. Almu’minun (23:50) di atas, menurut saya keliru, karena menganggap bahwa nabi Isa A.S wafat, dan tidak sesuai dg terjemahan aslinya. Dalam surat tersebut yang sebenarnya, tidak disebutkan bahwa nabi Isa A.S Wafat. terjemahan yg betul adalah “Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *