Ramalan Gunung Slamet Meletus

BILIKMISTERI.WEB.ID – Status Gunung Slamet telah dinaikkan ke level waspada menyusul adanya peningkatan aktivitas gempa dan semburan abu vulkanik dari puncaknya beberapa hari terakhir. Meningkatnya aktivitas gunung Slamet diyakini tidak lepas dari situasi politik Indonesia saat ini.

Ramalan Gunung Slamet Meletus

Sejumlah warga lereng Gunung Slamet percaya jika geliat gunung yang banyak dijadikan sebagai tempat wisata ini menandakan akan adanya perubahan sosial politik di Indonesia seperti adanya pergantian pemimpin atau presiden.

Sebagai catatan, Gunung Slamet juga pernah beraktivitas pada 2009 di level siaga, tepat sebelum Indonesia menggelar pemilihan umum.

Kekhawatiran akan meletusnya Gunung Slamet kerap dikaitkan dengan isi dari ramalan Jayabaya. Pada salah satu bagian dari ramalan Jayabaya yang terkenal itu tertulis bahwa suatu saat Pulau Jawa akan terbelah dua, dimana air laut selatan dan utara akan menyatu.


Sebagai sebuah ramalan, tentu ada yang percaya dan ada yang tidak. Semua kembali kepada keyakinan masing-masing. Tetapi harus diakui, masyarakat kita selama ini tak lepas dari soal ramal-meramal. Tak heran tukang ramal tidak pernah sepi, apalagi yang sudah punya nama. Mereka berani dibayar mahal dan yang ingin konsultasi harus rela mengantri.

Kembali ke soal ramalan Pulau Jawa akan terbelah dua seperti yang tertulis dalam ramalan Jayabaya itu. Terlepas kita percaya atau memungkiri hal ini tetapi kenyataannya telah ada di depan mata. Sudah ada tanda-tanda ramalan Jayabaya akan menjadi sebuah kenyataan.

Sebelumnya banyak yang menduga-duga bahwa pulau Jawa akan terbelah ketika Gunung Merapi yang ada di Klaten, Yogyakarta meletus. Ramalan dibalas dengan ramalan jadinya. Tapi semua belum terbukti kebenarannya.

Namun kalau melihat kenyataan yang ada, tanda-tanda yang paling nyata, bahwa Pulau Jawa akan terbelah dua, kelihatannya akan berawal dari Sidoarjo. Seperti yang sudah kita ketahui. Semburan lumpur Lapindo masih terus berlangsung. Entah sudah berapa ton kubik lumpur yang mengalir dalam beberapa tahun ini.

Berarti terjadi kekosongan di dalam perut bumi di bawah daerah Sidoarjo akibat isinya yang berupa lumpur terus-menerus dikeluarkan. Tentu sangat mungkin akan terjadi patahan bila hal ini terus berlangsung tanpa penanganan super serius dari pihak berwenang.

Apakah Ramalan Jayabaya Akan Menjadi Nyata di Sidoarjo?

Tentu saja kita tidak boleh pasrah dan mengikuti kehendak ramalan Jayabaya. Seharusnya kita membuat hal itu tidak menjadi nyata.

Ramalan Jayabaya pasti bukan sembarang ramalan. Tetapi sebuah terawangan yang melampaui jaman. Tetapi kita pun memiliki kemampuan untuk mengemilinasi ramalan tersebut. Tentunya harus dengan usaha dan doa yang tidak putus.

Seharusnya pemerintah dan lembaga lingkungan hidup lebih berdaya upaya menangani semburan lumpur Lapindo. Tidak bisa main-main karena masalah ini sangat serius. Bila sampai terjadi patahan, bisa dibayangkan berapa banyak korban jiwa jika akan terjadi bencana yang maha dahsyat itu.

Juru Kunci Gunung Slamet Meminta Warga Jawa Tengah Masak Sayur Pepaya

Berita mengenai akan meletusnya gunung Slamet memang meresahkan warga khususnya yang bertempat tinggal di lereng gunung tersebut.Tapi beberapa hari belakangan ini aktifitas gunung slamet sudah sedikit mereda, tetapi tidak menutup kemungkinan  akan adanya letusan baru lagi.

Para warga yang menghuni daerah lereng Gunung Slamet memang harus ekstra waspada karena sewaktu-waktu gunung tersebut bisa menyemburkan asapnya. Dari data yang ada memang Gunung Slamet belum pernah meletus sama sekali. Jadi peristiwa saat ini patut untuk diwaspadai bersama.

Terkait dengan peningkatan aktivitasnya, juru kunci Gunung Slamet menginstruksikan kepada warga Jawa Tengah khususnya daerah seperti Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga dan daerah disekitar Gunung Slamet untuk memasak sayur pepay, orang jawa mengenalnya sebagai “jangan gandul”.

Entah maksudnya apa tapi yang pasti juru kunci Gunung Slamet yang diketahui bernama Slamet Syamsuri (71th), warga Kemutug Lor Baturaden ini meminta warganya untuk masak “jangan gandul”.

Mungkin saja permintaan juru kunci Gunung Slamet ini merupakan gambaran para warga yang sekarang sedang gundah dan hatinya menggantung (gandul;jawa). Jadi maksud dari juru kunci tersebut mungkin agar para warga jangan gundah dan kuatir karena menurutnya Gunung Slamet tidak akan meletus, setidaknya untuk saat ini.

Jadi untuk para warga jangan terlalu khawatir mengenai berita akan meletusnya Gunung Slamet. Hanya saja, tetap harus waspada karena sewaktu-waktu kondisi Gunung Slamet bisa berubah.

Jangan anggap tulisan ini sebagai ramalan. Karena kami tidak sedang meramal. Hanya saja, kenyataan memilukan sudah di depan mata. Tidak tahu apa yang sebenarnya akan terjadi. Semuanya masih misteri!

BACA JUGA:  Misteri Kisah Kematian Syekh Siti Jenar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *