Sejarah Letusan Gunung Krakatau

BILIKMISTERI.WEB.ID – Letusan Gunung Krakatau tercatat rapi dalam sejarah gunung api di dunia. Meski masih kalah dahsyat jika dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska, letusan Gunung Krakatau disinyalir membawa korban paling banyak.

Gunung Krakatau sebenarnya merupakan penyatuan dari tiga gunung, yaitu Gunung Rakata, Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan.

Gunung Rakata sendiri merupakan satu dari tiga pulau sisa letusan maha dahsyat Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi. Sementara Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan adalah gunung api kecil yang muncul dari kawah gunung Krakatau Purba.

Sejarah Letusan Gunung Krakatau

Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 yang menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus.


BACA JUGA:  Asal Mula Berpisahnya Syi'ah dari Sunni

Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883.

Letusan Gunung Krakatau 1883

Tepat jam 10.20 pada Senin, 27 Agustus 1883, terjadi ledakan dahsyat pada Gunung Krakatau. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya terbang hingga mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

BACA JUGA:  Asal Mula Nama Belanda

Tidak hanya itu, letusan Gunung Krakatau juga menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Tidak kurang 36.417 orang tewas akibat letusan tersebut.

Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai di Selat Sunda. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

Untuk menambah khasanah akan dahsyatnya letusan Gunung Krakatau, simak ilustrasi berikut ini:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *