Misteri Rahasia Warna Langit Pada Waktu Shalat

Misteri Rahasia Warna Langit Pada Waktu Shalat

Shalat menjadi ibadah utama seorang muslim. Kewajiban shalat ini menjadi salah satu sarana untuk berkomunikasi langsung seorang hamba dengan Tuhannya.

Banyak hikmah ditemukan terkait perintah shalat, baik secara kesehatan, psikologi, sains, dan masih banyak lagi hikmah yang lain. Rahasia ini terungkap berdasar beberapa penelitian dan pengamatan para ahli di bidangnya.

Perpindahan waktu adalah bagian dari kekuasaan Allah SWT yang mempunyai hikmah dan kekhususan pada masing-masing. Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dapat dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing lagi bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

1. Waktu Subuh


Coba Anda perhatikan jika waktu selepas subuh apalagi menjelang siang hari, warna langit itu (kalau cerah) berwarna biru yang dikelingi dengan merah (orange) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang mau terbit.

Dalam Islam, tidur setelah subuh itu tidak boleh, karena akan ketinggalan rizki. Seperti Sabda Rasulullah SAW: “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya.” (HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih At-Targhiib waTarhiib no, 1693)

Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karena warna biru akan mengaktifkan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah seseorang itu akan mengalami kehausan sepanjang hari.

Pada waktu subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisme tubuh.

Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rezeki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.

Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh kelenjar tiroid yang berfungsi dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur. Dalam kata lain, lebih baik terjaga daripada tidur. Disini juga dapat kita ambil hikmah untuk shalat di awal waktu.

Bermulanya saat azan subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat subuhnya sebenarnya sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

2. Waktu Dzuhur

Waktu dzuhur berlangsung saat warna kuning mendominasi atmosfer. Mengurangi makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan yang terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini adalah alasan mengapa kita amat disarankan untuk melakukan puasa sunnah Senin dan Kamis, yakni untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu dzuhur serupa dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat dzuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.

3. Waktu Ashar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna orange, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini berkaitan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang melingkupi sistem reproduksi.

Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal waktu Asharnya akan kehilangan daya kreativitas dan lebih malang lagi kalau di waktu Ashar dipakai buat tidur.

4. Waktu Maghrib

Menjelang waktu Maghrib, alam akan berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dianjurkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga karena mereka beresonansi dengan alam.

Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (shalat Maghrib dulu). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

5. Waktu Isya

Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fase kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dimana frekuensinya berkaitan dengan sistem otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Saat waktu Isya, alam berada dalam kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relax atau istirahat.

BACA JUGA:  Misteri Mengenai Kembaran Manusia Di Dunia


2 TANGGAPAN untuk “Misteri Rahasia Warna Langit Pada Waktu Shalat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *