Legenda Manusia Harimau Dari Gunung Dempo

BILIKMISTERI.WEB.ID ~ Kisah manusia Harimau berawal dari sebuah tarian Ulu yaitu silat Harimau, silat ini bernuansa magis, dan tidak semua dan sembarangan orang yang dapat terpilih, kendati yang mengikuti latihan silat tersebut dalam jumlah banyak.

 Manusia Harimau Dari Gunung Dempo
Ilustrasi Manusia Harimau Dari Gunung Dempo

Namun yang terpilih langsung mendapatkan wangsit dari Suhu (Guru besar yang memiliki langsung Ilmu Harimau) yang berada di Gunung Dempo. Lantas yang menjadi pertanyaan kita adalah siapa Suhu itu sebenarnya? Manusia (Puyang) ataukah mahluk haluskah (Dedemit)? Misteri ini hingga kini belum terjawab.

Gunung Dempo

Gunung Dempo memiliki ketinggian lebih kurang 3.159 meter dari permukaan laut (dpl), iklim berkabut, dengan suhu dipuncak gunung mencapai dibawah 1 – 3 derajat Celcius. Selain itu dipuncak masih terdapat beberapa kawah dan diantaranya, airnya dapat diminum langsung.

Salah satu keunikkan ciptaan ilahi ini adakah terdapat pohon kayu Panjang Umur, yang tertanam secara rapih dan tertata dengan jarak antara pohon sepanjang 2 meter, dan bila tumbuh kurang dari itu, tanam itu akan mati dengan sendirinya.

Konon katanya, kayu Panjang Umur inilah yang selalu dibawah oleh sang murid yang berhasil menuntut ilmu (Wisudawan) Harimau ini, disamping beberapa ranting kayu lainnya.


Tanaman lainnya adalah pohon Kayu Api, dipuncak gunung Dempo anda tidak akan mampu memasak air dengan menggunakan kompor minyak atau kompor gas. Karena air tidak akan masak dan mendidih disana kecuali anda menggunakan Kayu Api.

Yaitu kayu hijau sebangsa tanaman yang masih basah dan bila kayunya digesek-gesekkan akan mengeluarkan api. Dengan menggunakan kayu api inilah anda akan dapat memasak air dan nasi dipuncak gunung itu.

Gunung Dempo
Gunung dempo sumatera selatan

Kayu Api (Tanaman basah) ini didalam Al-Quran disebut sebagai mana Firman Allah swt dalam surat Yaa siin 80 : Nil Ladzii Ja’ala Lakum Minasy Syajaril Akhdari Naaran Faidzaa Antum Minhu Tuuqiduun. Artinya : Yaitu Allah swt yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Lalu dari kayu itu kamu dapat menyalakan api. Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Allah telah membuktikan semua kebenaran ayat-ayatnya itu, kepada kita orang-orang yang berakal. Dipuncak gunung Dempo Allah memperlihatkan kebenaran ayatnya Kayu Api meskipun basah namun dapat mengeluarkan api dan dapat digunakan untuk memasak pada suhu dibawah nol derajat.

Ritual silat

Biasanya ritual silat diadakan di luar desa atau ditempat yang sudah ditentukan oleh sang pawang, dan jumlah peserta yang akan mengikuti ritual silat biasanya diperkirakan sekitar antara 15 – 25 orang. Ritual ditata sedemikian rupa dengan berbagai sesajenan dan membakar kemenyan atau dupa.

Selain itu di dalam arena silat telah pula disediakan sebuah pintu yang nantinya akan digunakan bagi mereka yang mendapatkan titisan wangsit (lulus ritual) dipanggil ke Gunung Dempo, mereka yang berangkat dan terpilih itu biasanya tidak lebih dari dua orang dari peserta ritual yang ada.

Para calon pendekar itu berangkat dengan mengendarai seekor Harimau (menunggangi Harimau), dan dengan sekejap mata pula mereka telah tiba di padepokan sang Guru Besar (dalam bahasa China sering disebut Suhu) yang berdiam (bersemedi) di puncak Gunung Dempo tersebut.

Ritual seperti ini umumnya berlaku di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur dan Krui, untuk lulus menjadi seorang sakti mandraguna.

Mereka yang lulus dan diakui sebagai murid dari perguruan ini (setelah pulang dari Gunung Dempo), biasanya membawa oleh-oleh kayu Panjang Umur dan berbagai ranting kayu lainnya. Oleh-oleh ini sebagai bukti bahwa murid yang bersangkutan benar-benar telah sampai menemui sang Suhu di puncak gunung tersebut.

Berbeda halnya dengan ritual yang dilakukan di daerah Kabupaten Pagar Alam (salah satu daerah yang berada dikaki Gunung Dempo), untuk menjadi murid dari perguruan silat Harimau (silat Ulu), tidaklah begitu sulit.

Seseorang cukup mengikuti ritual yang diiringi berbagai tetabuhan gendang. Suara gendang akan semakin kencang (keras) terdengar bila ada diantara peserta ritual silat yang diketahui berangkat (dipanggil) ke Gunung Dempo oleh sang Guru Besar.

Suara tetabuhan ini konon tidak boleh berhenti dan harus semakin kencang, karena dikhawatirkan sang murid yang berangkat tidak tahu arah pulang kembali ke- arena silat. Sementara murit-murit lainnya yang belum terpilih semakin giat berlatih seakan-akan kesurupan (kesetanan).

Menurut penuturan mereka, ilmu silat Harimau sangat ampuh, jika dibandingkan dengan ilmu silat-silat lainnya, silat Harimau bermain dibawah (rendah) bagaikan Harimau yang sedang mengendap-endap akan menerkam musuh atau mangsanya.

Selain itu keunikan silat Ulu ini adalah dapat menggunakan setiap ruas tubuh (badan manusia) untuk digunakan (dijadikan) sebagai senjata yang dapat mematikan (ampuh), itulah rahasia ilmu silat Harimau, ungkap para murid.

Kesaktian

Kesaktian apa saja yang dimiliki mereka? Peserta pelatihan silat terbagi dalam dua kelompok, pertama mereka yang hanya mendapatkan pelajaran ilmu silat Harimau, dan kedua mereka yang mendapatkan ilmu silat Harimau dan sekaligus dapat menyembuhkan berbagai penyakit (Dukun sakti mandraguna).

Mereka ini adalah orang yang diakui sebagai murid langsung dari sang Guru Besar yang berada di Gunung Dempo, dan memiliki ilmu magis yang tinggi. Selain itu mereka dapat berkomunikasi dalam jarak jauh (Telepati) sesama mereka dimanapun mereka berada, dan dalam jarak jauh sekalipun (diseberang lautan).

Manusia harimau dapat berjalan dengan cepat, bagaikan kilat. Karena itu pada zaman revolusi 1945 banyak pemuda-pemuda yang menekuni ilmu Harimau ini.

Konon katanya, musuh tidak dapat mengejar dan sulit untuk menemui mereka, jumlah mereka yang menuntut ilmu ini semakin lama semakin berkurang sesuai dengan kemajuan zaman. Generasi muda lebih senang duduk dibangku sekolah dari pada duduk dipuncak gunung.

Sebenarnya ada alasan lain yang lebih tepat yaitu adanya perkembangan pesat agama Islam, sehingga telah membuat kepercayaan yang semula sycretisme (Hindhu-Bhudha) beralih kepada keyakinan agama Islam.

Begitulah al-kisah sang manusia Harimau, berawal dari ilmu silat Harimau atau silat Ulu, selanjutnya berkembang menjadi dukun sakti mandraguna, dan akhirnya juga kembali kepada Allah swt. Kullu Nafsiin Dzaa Iqatul Maut Tsumma Ikainaa Turjauun. Artinya : Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati, kemudian semuanya akan kembali kepada Allah swt.

Di India ada sebuah desa yang dihuni suku Symphai, mereka tinggal dikaki Gunung Himalaya, gunung yang tertinggi di dunia. Kepercayaan mereka tentang manusia harimau, persis seperti apa yang kita ungkapkan diatas, mereka umumnya adalah pemeluk agama Hindhu-Bhuddha

Belum ada literatur yang menyebutkan bahwa ilmu manusia harimau yang berada di Indonesia berasal dari negeri India (Symphai). Kendati kepercayaan dan ritualnya sama, namun hal itu mungkin saja terjadi mengingat negeri India merupakan pusat pengembangan agama Hindhu dan Bhudha di dunia.

Catatan lain : Jika suatu ketika kita berada dipuncak gunung Dempo, tiba-tiba diselimuti oleh kabut tepat, anda cukup Azan atau berdoa dank abut pun akan sirna, hilang. Semuanya ini tentu merupakan kebesaran Allah SWT dan bukti kebesarannya.

BACA JUGA:  Cerita Mengenai Kota Misteri Wentira

Ada 1 TANGGAPAN untuk “Legenda Manusia Harimau Dari Gunung Dempo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *