Bumi Datar dan Pandangan Voliva

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

BILIKMISTERI.WEB.ID ~ Dari tahun 1914, Voliva menjadi terkenal secara nasional oleh advokasi yang kuat tentang doktrin bahwa bumi adalah datar.

Bumi Datar dan Pandangan VolivaKemudian ia mempublikasikan secara luas doktrin ini dan menantang bagi siapa pun untuk membantah teori bumi rata itu dengan hadiah $5.000 dollar. Sekolah-sekolah gereja di Zion akhirnya mengajarkan doktrin bahwa: Bumi adalah datar.

Pada tahun 1923 ia menjadi pendeta evangelis pertama di dunia yang memiliki stasiun radio sendiri, yang bisa didengar sejauh Australia.

Stasiun radio itu menyiarkan kecaman melawan ilmu astronomi bahwa bumi adalah bulat bundar, dan kejahatan dari teori evolusi . Ia mengutip tentang matahari sebagai berikut:

“Ide bahwa diameter Matahari adalah jutaan mil dan jauhnya 91.000.000 mil adalah konyol. Matahari hanya berdiameter 32 mil dan jauhnya tidak lebih dari 3.000 mil dari Bumi. Hal ini cukup beralasan dan itu harus begitu.


Tuhan menciptakan Matahari untuk menerangi Bumi, dan karena itu harus ditempatkan dekat sebagai tugasnya itu dn dirancang untuk melakukannya. Apa yang akan Anda pikirkan jika seorang yang membangun rumah di kota Zion tapi menempatkan lampu untuk meneranginya berada di Kenosha, Wisconsin?”

Voliva menjadi semakin terfokus pada penghancurkan yang menurutnya sebagai ‘trinitas kejahatan’ yaitu: ilmu astronomi modern, teori evolusi dan kritik yang lebih tinggi.

Ia bersikeras pada interpretasi yang ketat dari penciptaan sehari yang 24 jam dan bepergian ke Dayton, Tennessee tampil sebagai saksi di Persidangan Scopes (dia tak menyebut apa).

Untuk diketahui, Pengadilan Scopes atau “Pengadilan Monyet” merujuk pada tindakan hukum yang diselenggarakan oleh Pengadilan Kriminal di Dayton (Tennessee) pada tanggal 10 Juli 1925 untuk menguji UU Butler di setiap pembukaan sekolah yang dibiayai negara di Tennessee

Di mana pengajaran teori apapun yang menyangkal kisah Penciptaan Tuhan atas manusia sebagaimana yang diajarkan oleh Alkitab alih-alih manusia diturunkan dari hewan yang berderajat lebih rendah dinyatakan tidak sah.

John Thomas Scopes didakwa bersalah akibat mengajarkan teori evolusi di sekolah, dan melanggar Butler Act, sehingga ia dijatuhi denda 100 dolar AS.

Selain itu, Voliva juga sering meramalkan hari kiamat atau akhir dunia: prediksinya bahwa akhir dunia akan datang pada tahun 1923, 1927, 1930, 1934, dan 1935, yang ternyata tidak ada satupun yang benar.

BACA JUGA:  Misteri Kerajaan Majapahit


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *