Mitologi Dewa Langit Membantu Peradaban Manusia

BILIKMISTERI.WEB.ID ~ Menurut para ahli Taurat Sumeria, banjir disebabkan oleh makhluk ilahi yang disebut Annunaki atau Annanage. Sarjanawan alternatif meyakini mereka berasal dari luar Bumi.

Mitologi ini pertama kali terlihat dipuncak gunung, sebuah tempat yang disebut Kharsag. Dimana mereka membantu peradaban manusia dan mengajarkan manusia cara bertani dan berbagai seni. Kemudian mereka menghancurkan umat manusia dengan mendatangkan banjir karena dianggap telah lalai.

Mitologi Dewa Langit Membantu Peradaban Manusia
Ilustrasi  Para Dewa Langit

Pada umumnya tidak disebutkan nama, tapi diidentifikasi bahwa mereka adalah para pemimpin Annunaki yang dipuja sebagai dewa dalam banyak budaya awal di Timur Tengah dan tahun-tahun berikutnya.

Banyak orang mengklaim mereka sebagai nenek moyang suku Sumeria, terkadang disebut pahlawan kelompok dewa.Kemudian muncul dalam tradisi agama Mesir dan disinggung melalui tata letak simbolis sebuah kompleks rahasia bawah tanah berdekatan dengan piramida di Giza.

Salah satu pimpinan dewa Sumeria dikenal seluruh dunia dengan berbagai nama. Menurut legenda awal, dewa ini berpenampilan seorang pria kulit putih, berjenggot tinggi dan dia mengenakan jubah putih panjang dan terkadang mengenakan sandal putih.


Beberapa orang mengatakan bahwa ia menyebabkan banjir sementara yang lain mengatakan bahwa ia membantu menyelamatkan para korban. Bangsa Sumeria memanggilnya Ea atau Enki, dan mereka menggambarkannya sebagai pria bertanduk dan berjenggot.

Dalam kisah Banjir Babilonia, dikabarkan dewa ini menyelamatkan benih manusia dengan menyelamatkan satu orang. Dogon, di Afrika Barat, mengenalnya sebagai Lebe dan seperti kebanyakan cerita peradaban lain, dewa ini dihubungkan dengan pertanian.

Orang Mesir memanggilnya Osiris dan terkait dengan pertanian, mereka juga menganggapnya sebagai dewa kematian, dimana setiap orang Mesir berharap untuk bersatu dengannya ketika meninggalkan dunia. Menurut legenda Mesir awal, setelah meninggalkan Mesir, Osiris dan dewa lainnya pindah ke wilayah lain.

Bencana Besar Terjadi Di Asia Tahun 3000 SM

Di awal peradaban China juga merujuk pada tahun 3000 SM, budaya Long Shan tersebar disepanjang pantai Pasifik. Long Shan lebih maju dari para pendahulunya, mereka tinggal di kota-kota berdinding dan hidup dengan berternak domba, sapi, dan kambing.

Mereka mulai mencapai Korea dan membangun desa terutama di pantai. Sekitar 5000 tahun yang lalu, beberapa masyarakat asli Taiwan tiba di pulau itu, menurut suku Ami, nenek moyang mereka sebelumnya tinggal di pulau lain, sebelah timur Taiwan, tetapi mereka dihantam badai hebat.

Bencana Besar Terjadi Di Asia Tahun 3000 SM
Gambaran Bencana Besar Terjadi Di Asia Tahun 3000 SM

Legenda Ami menceritakan kisah lain yang menakutkan, ketika banjir terjadi setelah gempa bumi dan letusan membanjiri seluruh bumi. Menurut Vaughn M Greene, ada beberapa indikasi bahwa China, Jepang, dikunjungi oleh makhluk luar yang mendirikan kerajaan penguasa.

Pada tahun 3000 SM, banyak Dewa berjalan dimuka bumi dengan gambaran berjenggot putih, seorang pria bernama Tai-Ko Fe-Kee datang ke China. Greene mengatakan bahwa dewa ini mengajarkan seni dan pertanian, serta mengajarkan sistem kalender.

Peradaban Cina juga memiliki legenda banjir besar dan umumnya terjadi sekitar 4200 tahun yang lalu. Setelah itu ada kemajuan dalam peradaban manusia dan berbagai budaya awal, mereka tercatat di era Banjir Besar.

Sebuah peradaban manusia yang sangat maju mulai muncul dan diperluas hingga dataran Sungai Indus dilanda banjir sekitar tahun 3000 SM. Kota ini dibangun dengan batu bata dan rakyatnya memiliki sistem penulisan, identitas dan tempat asal, dari mana asal mereka tidak jelas diketahui.

Tetapi pada saat zaman Hindu Kali Yuga sudah dimulai sejak tahun 3102 SM ketika terjadi perubahan iklim dan banjir. Salah satu versi kisah banjir India menunjukkan keberadaan makhluk asing yang diidentifikasi sebagai Annunaki yang terlibat dalam penyelamatan seorang pria sangat dihormati, disebut Manu dan salah satu dari orang terdekat Nuh.

BACA JUGA:  Asal Muasal Bukit Gombel


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *