Misteri Hakikat Awal Bangsa Jin dan Lakon Dewi-Dewi

BILIKMISTERI.WEB.ID ~ Kelima Dewi-dewi ini adalah anak dari Ibu Hawa dan Malaikat Jaan dan merupakan adik dari Sanghyang Sys dan mereka diturunkan berbagai tempat masing-masing dan mereka mempunyai tugasnya sendiri-sendiri.

 Lima Dewi JIN Anak dari SITI HAWA dengan MALAIKAT JAAN
Ilustrasi Lima Dewi Jin Anak dari Siti Hawa dengan Malaikat Jaan

Dan sebelum dikeluarkan, ke 5 janin tersebut diletakkan didalam telur yang dimana pewujudan yang akan menjadi turunan Dewi yang pertama di muka bumi. Masing-masing perwujudan telur itu adalah :

  • Yang Pertama : Dewi Bulqis ; bersemayam di awan langit atas bumi.
  • Yang Kedua : Dewi Planet ; terbang di angkasa ada di Planet lapisan ketiga yaitu Planet Mars.
  • Yang Ketiga : Dewi Kidul ; diturunkan di Samudera Hindia bagian Selatan dan persisnya ada di Indonesia.
  • Yang Keempat : Dewi Cina ; diturunkan di Benua Asia diwilayah daratan luas Asia bagian Utara.
  • Yang Kelima : Dewi Angsa ; diturunkan di Lautan Es, kutub Utara di semua wilayah Eropa.

Berdasarkan hikayat ini maka manusia diciptakan Tuhan terlebih dahulu kemudian diciptakan selanjutnya bangsa Jin untuk mengisi dunia. Kedua makhluk juga berbeda pada sisi jasad nyata dan cara memproduksi keturunannya.

Yakni manusia dengan melahirkan sedangkan jin melalui telur. Sedangkan persamaannya adalah kedua memiliki lakon kehidupan di dunia (artinya dibumi dalam alam sekitarnya) dan untuk menyembah kepada Tuhan yang satu yang menciptakan dengan kehendak-Nya. Hal ini telah disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits.

Silsilah Lima Ratu JIN dari IBU HAWA
Silsilah Lima Ratu Jin dari Ibu Hawa

DEWI BULQIS

Dewi Bulqis adalah lakon seorang dewi yang menguasai sebuah kerajaan besar di negeri Saba (negeri di daerah tepi laut merah) didekat daerah Palestina dimana saat itu juga ada lakon rasulnya manusia yakni Sulaiman Bin (putra) Daud atau Solomon The Son Of King David.


Dewi Bulqis adalah satu-satunya Dewi Jin yang dengan kehendak Allah berwujud sebagai manusia, sedangkan keempat Dewi lainnya adalah berwujud gaib. Pada awalnya Dewi Bulqis menetas dari telur di negeri awan dan dipelihara oleh para Dewa yang tidak lain adalah saudaranya sendiri dimasa awal terciptanya bangsa jin.

Dewi Bulqis dikeluarkan ke dunia dengan seijin Tuhan. Dewi Bulqis diturunkan dan dikeluarkan di daerah Saba, Mesir diperbatasan pinggiran Istana, dimana dahulu ada sebuah kerajaan di kota Saba yang dimana di daerah itu masih banyak suku-suku yang kehidupannya tidak saling membantu.

Bayi kecil cantik diriwayatkan dilahirkan dengan seijin Tuhan ke dunia dan dititipkan disebuah kerajaan Saba dari pasangan raja dan ratu. Pada malam langit bertabur bintang di dalam tidurnya Permaisuri raja diberi mimpi bertemu Sangyang Sys dan berbicara padanya.

”Akan dititipkan padamu permaisuri raja yang agung dari Saba, yakni salah satu anak yang nantinya dia akan menguasai kerajaan dan menjadi terkenal dalam sejarah manusia. Seorang putri yang lahir dari bangsa jin atau dari bangsa Dewi yang nantinya negeri ini akan menjadi megah, terkenal, dan terbesar”, demikian penuturan Sanghyang Sys kepada sang permaisuri.

Dewi Bulqis dan dalam wujud Naga Udara
Dewi Bulqis dan dalam wujud Naga Udara

Kemudian permaisuri menceritakan kepada suaminya bahwa dewa mereka akan menitipkan bayi perempuan kepadanya. Tidak lama kemudian, hamillah permaisuri ini dengan bangganya dan sang raja menanti kelahiran sang bayi, 9 bulan mengandung, akhirnya bayi ini disambut gembira oleh seluruh rakyat dan beberapa penduduk yang bersuku-suku disana. Lalu dinamai Dewi Bulqis.

Yang dimana burung Bul-bul pemberian dari Dewa Sys untuk menjaga Dewi Bulqis yang bisa berbicara. Seiring waktu Putri Bulqis bertambah besar. Sebelum ayahnya meninggal dan ibunya meninggal lalu ia diangkat menjadi Dewi menggantikan kedua orang tuanya.

Dewi Bulqis memerintah dengan adil dan mensejahterahkan rakyatnya yang suku-sukunya saling perang di damaikan dan juga diberi kehidupan lebih baik dari sebelumnya. Maka Dewi Bulqis di sayang oleh seluruh penjuru lapisan rakyatnya. Negeri Saba ini menjadi makmur dan sukses selama memerintahkan.

Tapi sebelum kedua orang tuanya menyesal memberitahukan asal usulnya bahwa Nak Bulqis adalah titisan Dewi yang dititipkan di kerajaan ini untuk membantu. Supaya kerajaan ini menjadi lebih baik lagi.

Suatu hari ada burung hud-hud mendatangi tempat istana Dewi Bulqis dan dia melihat ada perempuan cantik disana sejenak burung itu terdiam dalam hatinya berkata akan saya sampaikan kepada nabi Sulaiman bahwa disana ada sebuah kerajaan yang diperintahkan oleh seorang Dewi Cantik sekali.

Lalu dia buru-buru kembali ke tempat tendanya Nabi Sulaiman yang dimana mereka sedang berburu ketika sampai nabi sulaiman marah kepada burung Hud-Hud tersebut tapi buru-buru dia menyampaikan apa yang dia lihat disana setelah diceritakan.

Timbullah keinginan bertemu nabi sulaiman dan menulislah surat untuk Dewi yang disana bahwa dia ingin berkunjung keistananya untuk perkenalan sesama dari suatu kerajaan besar juga dan untuk suatu persahabatan antar negeri mereka masaing-masing.

Lalu surat itu dibawa oleh Burung Hud-Hud untuk disampaikan kepada Dewi penguasa Daerah Saba, perjalanan ini membutuhkan waktu satu hari lamanya akhirnya sampai juga keIstana Dewi Bulqis.

Dan Burung Hud ini berdiri diatas jendela kamar Dewi Bulqis tanpa sengaja Dewi Bulqis melihat Burung tersebut dan melihat dikaki burung tersebut ada selembar kertas yang digulung rapi lalu Dewi Bulkis bertanya dalam hati dari mana surat itu dan utusan dari negri mana.

Lalu berdialog dengan burung tersebut baca saja dan balas saya akan tunggu balasan dari Dewi dengan pelan-pelan Dewi Bulqis membuka surat itu betapa kagetnya dia yang mengirim surat dari seorang Raja dari negri jauh yang dimana letaknya berada di Yerusalem.

Tapi Raja tersebut berada di daerahnya sedang berburu setelah selesai membacanya dengan sigap dia membalasnya betapa senangnya saya ada seorang Raja dari negri seberang mau bertandang ke istana saya dan apabila ingin mengunjungi istana saya sebagai pertanda persahabatan.

Silahkan datang 2 hari lagi akan saya sambut dengan baik tertanda Dewi Bulqis. Lalu diserahkan surat tersebut kepada burung Hud-Hud dan dikawal oleh Burung Bul-Bul kepunyaan Dewi BULQIS yang dimana diantar sampai perbatasan saja.

Setelah itu Dewi Bulqis mengadakan rapat kilat dia panggil petinggi-petinggi istana untuk membahas akan ada datangnya Raja dari negeri seberang setelah selesai rapat semuanya siap-siap untuk keesokan harinya.

Raja tersebut datang dan Dewi Bulqis sendiri yang akan menyambutnya waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga begitu Raja tersebut masuk kedalam istananya betapa kagetnya Nabi Sulaiman yang dimana dia melihat istana ini lantainya bening seperti kaca dan ada air didalamnya.

Ketika bertemu mereka berdua saling pandang dan akhirnya jatuh cinta setelah selesai acara tersebut pulanglah Raja Sulaiman tetapi dalam perjalanan Raja SULAIMAN jatuh cinta dan memikirkan Dewi Bulqis setelah sampai dikerajaannya sendiri dia mengatakan kepada bapaknya bahwa dia jatuh cinta kepada Dewi Bulqis dari negeri Saba.

Lalu tidak lama kemudian dia kirim surat lagi untuk menyatakan bahwa dia mau mempersunting Dewi Bulqis setelah dikirim dibalas kembali dan dijawab oleh Dewi Bulqis bahwa dia bersedia tapi dia harus rundingkan dulu dan lagi pula saya tidak mungkin meninggalkan kota saba nanti setelah saya rapatkan akan saya kirim surat kembali tertanda Dewi Bulqis .

Kemudian Dewi Bulqis memanggil kakaknya Dewa Sys dan seluruh orang-orang kepercayaannya yang dimana pro dan kontra terjadi. Lalu Dewa Sys berkata kepada adiknya Bulqis bahwa jalan hidupnya memang seperti itu dan menikahlah dengan Nabi Sulaiman.

Memang sudah takdirmu begitu sudah tidak bisa dihindari lagi. Kami semuanya merestui semua ini, bagaimanapun kita tetap berbenturan dengan keturunan para Nabi.

Akhirnya Dewi Bulqis membalas surat Nabi Sulaiman bahwa dia bersedia tapi dengan syarat apabila sanggup memindahkan istananya ini ke sana dan kalau Engkau Nabi Sulaiman itu utusan Tuhan-Mu buktikan.

Setelah menerima surat dari Dewi Bulqis. Bingung bagaimana bisa saya pindahkan Istana Bulqis. Lalu malamnya Nabi Sulaiman berdoa. Dalam doanya: Ya Tuhan berilah petunjuk-Mu. Lalu Tuhan mengutus malaikat kepada Nabi Sulaiman.

Lalu berbicara kepada Nabi Sulaiman: Wahai Sulaiman Nabi Utusan Tuhan janganlah engkau berputus asa. Engkau Nabi yang dilebihkan segalanya, bisa bicara dengan binatang, Dajal, Iblis, Syetan, Jin. Angin Hujan dll.

Mintalah bantuan dari mereka dan tanyakan siapa yang bisa memindahkan Istana Dewi Bulqis untuk dipindahkan. Lalu Nabi Sulaiman menjawab: Baiklah saya balik kembali ke atas sana. Lalu malam itu juga Nabi Sulaiman membalas surat Dewi Bulqis bahwa dia bersedia memindahkan istananya (setuju).

Keesokan harinya Nabi Sulaiman mengutus burungnya, burung Hud-hud pergi dan sementara Nabi Sulaiman memanggil semua makhluk bangsa Jin, Dajal, Iblis, Syetan siapa yang bisa memindahkan Istana Bulqis kemari.

Lalu tiba-tiba Jin Ifrit yang paling sakti bicara saya bisa memindahkan istananya kesini di sebelah Istana Paduka. Nabi Sulaiman lalu memerintahkan. Kemudian Jin Ifrit meminta bantuan juga dari para jin untuk memindahkannya dalam satu malan tapi dipindahkannya pada bulan Purnama.

Tanpa sepengetahuan Dewi Bulqis dipindahkan setelah selesai pesta jam 2 pagi. Lalu jam 03.30 pagi sudah ada di dekat Istana. Begitu bangun pada pagi harinya, betapa kagetnya Dewi Bulqis. Kok istananya sudah ada disebelah Nabi Sulaiman.

Lalu akhirnya Dewi Bulqis menikah dengan Nabi Sulaiman di Istana Nabi Sulaiman. Mereka hidup bahagia di karuniai anak tetapi tidak bertahan lama hidupnya. Lalu tidak ada punya anak lagi. Disinilah kehidupan kisah nyata Nabi Sulaiman dan Dewi Bulqis.

Bersambung

BACA JUGA:  Gunung Kawi Meletus Pertanda Kiamat


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *