Munculnya Paham Baru Dalam Ajaran Yahudi

BILIKMISTERI.WEB.ID ~ Lanjutan dari artikel Perpecahan Awal Aliran Kristen. Perlu diketahui, bahwa sebelum Yesus lahir, wilayah Yerusalem dijajah oleh Imperium Romawi yang agamanya beraliran Politeisme (agama yang menyembah banyak dewa).

Munculnya Paham Baru Dalam Ajaran YahudiDikarenakan sebagai penduduk yang terjajah, bangsa Yahudi Essenes yang masih taat berpegang pada hukum-hukum Taurat Musa, tidak mampu mengembangkan ajaran agamanya ditengah-tengah masyarakat. Sedangkan Yahudi Farisi dan Saduki memakai agamanya dalam bentuk formalitas saja, dan sikap hidupnya selalu menyalahi hukum-hukum Taurat.

Ketika Yesus mendapat tugas menyampaikan risalah Tuhan, dia selalu memperingatkan penyelewengan Yahudi Farisi dan Saduki. Oleh karena itu dua kelompok ini sangat membenci Yesus dan ingin membunuhnya.

Untuk melaksanakan niat jahat itu, mereka menghasud penjajah Romawi, bahwa Yesus adalah tokoh pemberontak yang ingin menjadi raja Yahudi, dan ingin membebaskan bangsanya dari pendudukan Imperium Romawi.

Dengan bantuan kedua kelompok Yahudi itu, tentara Romawi berusaha menangkap Yesus dan membinasakan pengikutnya. Setelah Yesus tiada, para muridnya menyebarkan ajarannya secara meluas ketengah-tengah masyarakat yang sudah terpengaruh oleh kepercayaan Politeisme, yang kemudian melahirkan dua kelompok penganut Yesus.


  • Pertama, yang betul-betul mengikuti ajaran Yesus secara murni, tanpa dicampuri oleh kepercayaan politeisme. Mereka berkeyakinan bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, dan Yesus adalah manusia biasa utusan Allah. Kelompok ini lebih dikenal dengan Unitarian.
  • Kedua, mengikuti ajaran Yesus yang telah disebarkan oleh para muridnya, tetapi masih sulit meninggalkan kepercayaan Politeisme yang sudah mendarah daging pada diri mereka. Pada akhirnya mereka mengkultuskan (menganggap suci) Yesus sebagai penyelamatnya, bahkan diangkat menjadi tuhannya. Kelompok ini dipelopori oleh Saulus (Paulus) yang kemudian lebih dikenal dengan Kristen Trinitas atau Katolik Roma.

Sesungguhnya, Yesus tidak pernah mengakui dirinya sebagai pendiri agama Kristen, Paulus (Saulus) lah orang yang mengakui dan meng-klaim dirinya sebagai pembawa dan penyebar ajaran Yesus yang disebut Kristen. Maka sudah sewajarnya jika ajaran Yesus lambat laun berubah menjadi ajaran Paulus. Ia juga mengajarkan bahwa Yesus adalah Messias, seperti dalam ayat berikut :

“Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Messias”. (Kisah Para Rasul: 18:5).

Perlu diketahui bahwa Paulus sama sekali bukanlah murid Yesus, bahkan ia dimasa mudanya adalah orang yang paling anti-Yesus sehingga tangannya penuh dengan lumuran darah para pengikut Yesus seperti yang termaktub berikut :

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan”.
Ia menghadap Imam Besar.(Kisah Para Rasul: 9:1).

“Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem”(Kisah Para Rasul: 9:13).

Maka, terkutuklah Paulus dan para pengikutnya yang telah tersesat jauh sampai selama-lamanya. Ia telah menyendiri dengan ajaran agama barunya, seperti bunyi kesaksian Barnabas (murid asli Yesus, teman dekat Paulus) berikut :

“Paulus juga telah ikut sesat dikalangan mereka, hal mana yang menyebabkan saya tidak berbicara tentang dia melainkan dengan kesedihan”.(Injil Barnabas : Mukaddimah Injil Barnabas :7)

“Karena sebagian dari pada orang-orang jahat yang mengaku murid-murid itu, yang memberitahukan bahwa Yesus telah mati, tidak bangun lagi dan yang lain memberitakan bahwa ia telah benar-benar mati kemudian ia bangkit kembali, sedang yang benar-benar mati kemudian ia bangkit kembali, sedang yang lain telah dan masih terus memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah di mana Paulus telah tertipu diantara kalangan itu”. (Injil Barnabas : 222 :3).

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka…….”. (Injil Matius : 7 : 15-16)

Sebagian besar para sarjana barat mengatakan bahwa Injil Markus dan Injil Yohanes adalah hasil karangan Paulus sebagaimana tertulis dalam Ensiklopedia Prancis (Mukaddimah dari Sayyid Muhammad Rasyid Ridlo “Penyebar Injil Barnabas” dalam Injil Barnabas).

Meskipun dalam sejarah kemunculan dan berkembangnya agama Kristen yang jelas berasal dari agama Yahudi, namun semua ajaran dan amalan ajaran Kristen amat jauh berbeda dengan agama Yahudi, induk semangnya. Hal ini sangat wajar, sebab Paulus (Saulus) sebagai pendiri Kristen sama sekali bukan rasul (murid Yesus terdekat) bahkan bukan murid Yesus, bukan nabi utusan Allah, melainkan pembunuh berdarah dingin dizaman kehidupan Yesus.

Bersambung

BACA JUGA:  Sifat-Sifat Satrio Piningit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *