Misteri Terhentinya Reinkarnasi Bangsa Jin


BILIKMISTERI.WEB.ID – Semenjak kelahiran Nabi Muhammad saw, bangsa jin tidak lagi bisa melakukan reinkarnasi dengan seenaknya. Bangsa Jin tidak mudah menyusup dalam janin manusia terlebih dengan adanya Surat Jin yang diterima Nabi Muhammad sebagai salah satu dari 6623 ayat dan terhimpun pada 114 surat dalam Al qur’an yang diwahyukan dari Allah SWT.

Reinkarnasi Bangsa Jin

Pro kontra kebangsaan Ratu Bulqis maupun Ratu pantai Selatan memang menjadi hal yang tak pernah tersingkap secara gamblang.

Begitupun keterangan yang mengatakan bahwa Ratu Bulqis adalah keturunan bangsa jin hanya didapat dari penuturan Sanghyang Sys kepada sang permaisuri.

Sedangkan Sanghyang Sys sendiri merupakan sosok dewa dari sebuah kepercayaan yang dianut oleh Raja Saba dan rakyatnya pada masa itu.

Sementara itu beberapa mahkluk halus lainnya yang dianggap sebagai saudara Ratu Bulqis antara lain:

  1. Dewi Planet
  2. Dewi Kidul atau Dewi Naga Selatan
  3. Dewi Cina atau Dewi Naga Utara
  4. Dewi Angsa

Namun, hilangnya bangsa jin, muncullah sosok Dajjal. Dajjal inilah yang melakukan reinkarnasi untuk menciptakan dunia baru menurut kemauannya sendiri.

Dajjal berusaha mempengaruhi manusia dan bangsa jin untuk menciptakan kerajaan tuhan di dunia menurut versi Dajjal. Reinkarnasi yang dilakukan oleh Ratu Bulqis dan saudara-saudaranya, dipercaya sudah tidak terjadi lagi.

BACA JUGA:  Mengapa Manusia dan Teknologinya Bisa Kecolongan Oleh Ledakan Meteor Rusia?

Namun demikian, kemunculan Dajjal yang dibantu oleh Iblis, menyebar sifat-sifatnya yang negatif. Penyebaran sifat Dajja dan Iblis mempengaruhi sifat manusia, sehingga manusia memiliki sifat angkara, tidak mau diatur, amoral, anti agama bahkan anti Tuhan.

Ritual-ritual atas dasar bisikan Dajjal dan Iblis, kembali dilakukan oleh manusia sepeninggal para Nabi. Ritual itu dilakukan untuk mendapat imbalan berupa kekuasaan, ilmu kebal dan sejenisnya, maupun harta kekayaan seketika.

Dajjal dan Iblis tidak hanya mempengaruhi bangsa manusia, tetapi juga mempengaruhi bangsa jin. Sehingga bangsa jin yang tergoda membantu Iblis dan Dajjal menularkan sifat syetannya kepada bangsa manusia.

Walhasil, dari persekongkolan antara bangsa jin di satu sisi dengan Iblis dan Dajjal di sisi lain, membius manusia dan jin melakukan perkawinan dan persekongkolan demi kenikmatan duniawi yang sesaat.

Tentu saja semua itu melanggar kodrat mereka sebagai bangsa manusia dan bangsa jin. Sehingga perkawinan yang dilakukan baik oleh Ratu Bulqis maupun Ratu Pantai Selatan, Blorong atau Nyai Ratu Kidul tetap merupakan sebuah fenomena bagi manusia lemah iman, dibawah kendali Iblis dan Dajjal, serta menafikan aturan ilahi yang telah digariskan.

BACA JUGA:  Misteri Konspirasi “The Bali-Nine” dan Corby

Sementara itu, bagi kalangan ummat islam, fenomena Ratu Bulqis sebagai sosok bangsa jin merupakan sebuah rumor yang tidak layak dipercaya.

Demikian pula dengan keberadaan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul maupun Nyi Blorong dianggap sebagai sebuah dongeng yang dihembuskan oleh Iblis dan Dajjal sebagai penyandang sifat syetan yang selalu mempengaruhi manusia agar tidak istiqomah dengan keimanannya kepada Sang Pencipta Jagad Raya.

Walau tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan bangsa jin itu ada berdampingan dengan alam manusia. Dan ada diantara manusia yang dapat melakukan interaksi dengan alam dan bangsa jin, seperti apa yang pernah dilakukan dan dialami oleh Nabi Sulaiman lewat satu ayat dari sekian banyak ayat yang ada dalam Al Qur’an:

“Para jin membuat untuk Nabi Sulaiman apa yang dikehendaknya dari bangunan yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang besarnya seperti kolam dan periuk yang tetap berada di atas tungku.” (Saba’: 13).

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *