Misteri Keberadaan Dewi Cina

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

BILIKMISTERI.WEB.ID – Setelah sebelumnya kita membahas mengenai keberadaan dewi kidul, yang merupakan adik kedua dari ratu Balqis. Maka Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai adik ketiga dari ratu Balqis yakni Dewi Cina atau Dewi Naga Utara.

Dewi  Xin Shia Er She
Dewi Xin Shia Er She

Saudara Ratu Bulqis yang ke tiga adalah Dewi Cina atau Dewi Naga Utara.  atau Dewi Naga Utara bernama Xin Shia Er She. Ia menguasai Benua Asia bagian Utara dan Laut Cina Selatan.

Berkat bantuan Dewi Naga Utara ini terbentuklah kekaisaran di negara Cina, Mongolia dan Jepang. Naga Utara memiliki dua orang putra dan putri. Lambang dari Dewi Cina sendiri adalah Naga Emas kekuning-kuningan dan kemerahan.

Dewi ini yang menurunkannya orang-orang untuk menjadi kaisar, tetapi Dewi Cina hanya datang kepada orang-orang untuk menjadi kaisar.

Anak pertamanya bernama putri Xin Jia She atau Dewi Naga Emas yang menguasai negara-negara Mongolia. Pada masa kekaisaran Cina dan Mongolia, bangsa Asia menjadi terkenal sampai keseluruh penjuru dunia.


BACA JUGA:  Dewi Cina dan Dewi Angsa

Selain maju dalam hal tehnologi, di bawa pengawasan Dewi Naga Emas kekaisaran Cina dan Mongolia dikenal memiliki angkatan perang yang tangguh dan besar.

Anak ke dua dari Dewi Cina atau Dewi Naga Utara yaitu Xin Jia Than. Xin Jia Than juga dikenal sebagai Naga Merah yang memiliki wilayah kekuasaan gaib di negara Jepang dan Korea.

Dimana orang Jepang menganggap dia adalah Dewa Matahari. Anggapan rakyat jepang itu mendapatkan persetujuan dari Sang Hyang Sys sebagai pemilik nama Dewa Matahari yang sebenarnya.

Dalam cerita kabuki ini terdapat bagian dimana Dewa matahari dititipkan para dewa di langit untuk menitis kepada Manusia dan menjadi kaisar untuk memerintah Negeri Jepang.

Ketaatan rakyat Jepang kepada Kaisar adalah ajaran dengan ketaatan kepada Dewa. Sebagai perwujudan ketaatannya pada Dewa Matahari maka bangsa Jepang senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diajarkan pada meraka selama berabad – abad yang lalu dimasa silam.

Dan kini baik bangsa Jepang, Korea dan Cina menjadi negara bangsa Asia yang sangat maju dan diangap penting dalam percaturan politik dunia.

BACA JUGA:  Mengenal Teungku Syiah Kuala

Selain teknologi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki bangsa-bangsa Asia di Utara ini masih memegang kepercayaan atau perhitungan mengenai peruntungan dalam kehidupan.

Perhitungan seperti berdasarkan Bulan (ilmu falak) atau shio yang dikenal dari Cina juga dikalender dalam ilmu Jawa weton kelahiran dan lain-lain.

Sedangkan perhitungan hari berdasarkan ilmu jawa hampir sama dengan perhitungan hari dalam tahun matahari (Syamsiah) seperti perhitungan orang Eropa dan Yahudi dalam tahun kalender Masehi.

Kelemahan perhitungan masehi adalah perputaran bumi pada matahari tidak bulat sempurna tetapi berbentuk orbit yang elips, sehingga perhitungan Masehi sering bias dan dilakukan kalibrasi dengan adanya tahun kabisat dan bilangan hari pada setahun ada tanggal 28 Pebruari atau tanggal 29 Pebruari.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *