Jabir Ibn Hayyan Sang Penemu Ilmu Kimia

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

BILIKMISTERI.WEB.ID – Abu Musa Jabir bin Hayyan / Jabir Ibn Hayyan / Gebert (721-815) Meneliti: penemu ilmu kimia. Orang-orang Eropa menamakan Jabir Ibnu Hayyan dengan nama Gebert, ia diperkirakan lahir di Kuffah, Irak pada tahun 750 dan wafat pada tahun 803.

jabir-ibn-hayyan-sang-penemu-ilmu-kimiaDia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan mengembangkan keilmuwan perubahan kimia di dunia Islam yang pertama. Lalu “ilmu baru” pada masa itu, kemudian berkembang dan akhirnya kita mengenalnya sebagai “Ilmu Kimia”.

Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad.

Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.

Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut. Bidang keahliannya, dimana dia mengadakan penelitian adalah di bidang: Logika, Filosofi, Kedokteran, Fisika, Mekanika, dan sebagainya.


Beliau menganggap eksperimen merupakan aspek paling penting dalam kimia. Jabir berpendapat bahawa seseorang yang tidak meletakkan asas pengetahuan pada bukti eksperimen, maka besar kemungkinan akan melakukan kekeliruan dan kehilapan.

Nilai ilmu kimia tidak diakui dengan apa yang telah dibacanya tetapi apa yang telah diuji dan dibuktikan kebenarannya melalui eksperimen.

Penulisan bahan bacaan oleh Jabir Ibn Hayyan yang sedemikian banyaknya, yang terdiri dari hampir semua ilmu yang ada pada masa itu sehingga akhir abad ke-8 benar-benar tidak dapat ditandingi.

Fakta yang ada menunjukkan bahawa kumpulan tulisan tersebut telah dikompilasi pada akhir abad ke-9 dan awal ke-10 Masehi.

Dengan apa yang telah dilakukannya, layaklah apabila Jabir Ibn Hayyan disebut sebagai Bapa Kimia Islam pertama.

Beliaulah ilmuwan pertama yang menggunakan kaedah ilmiah dalam aktivitinya dalam bidang kimia, yang kemudian dikembangkan menjadi ilmu kimia seperti yang kita ketahui sekarang ini.

Namanya tercatat pula dengan tinta emas sebagai orang yang pertama yang membina sebuah makmal dan menggunakan tungku untuk memproses mineral dan mengeluarkan unsur-unsur dari mineral itu serta mengklasifikasikannya.

Kehidupan Jabir Ibn Hayyan sendiri akrab dengan dunia empirikal dan perubatan. Beliau berjaya mengklasifikasikan berbagai jenis benda yang dalam perkara ini, yang beliau susun berdasarkan unsur-unsur kimianya.

Beliau membaginya menjadi tiga yaitu:

  • Tubuh
  • Nyawa
  • Akal

Dalam kaitannya dengan unsur-unsur kimia, maka emas (Au) dan perak (Ag) termasuk dalam bahagian tubuh. Sulfur (S) dan arsenik (As) termasuk dalam bahagian nyawa. Sedangkan merkuri (Hg) atau air raksa dan sal ammoniac (batu bara dan sari minyak) tergolong dalam bahagian akal.

Jabir Ibn Hayyan cukup terkenal karena hasil tulisannya yang mecapai lebih dari 100 risalah dan masih diabadikan hingga kini. Terdapat lebih kurang 22 risalah yang di antaranya berkaitan dengan kimia dan ilmu kimia.

Beliau juga memperkenalkan model kajian eksperimen di dunia kimia yang menjadi titik awal bagi perkembangan ilmu kimia modern.

BACA JUGA:  Misteri Makam Syiah Kuala


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *