Prabu Darmakusuma

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

BILIKMISTERI.WEB.ID – Prabu Darmakusuma adalah putra Batara Darma yang tidak pernah berdusta sekalipun seumur hidupnya, kecuali ketika pada saat beliau ditanya oleh Begawan Durna ketika menjelang perang Barata Yuda nyaris berakhir, tentang benar atau tidaknya kematian putra Begawan Durna, Aswatama.

prabu-darmakusumaPada saat itu terjadilah kebohongan putih dengan pernyataan dari Prabu Yudistira : “benar yang mati adalah Aswatama”, kemudian disusul suara lirih nyaris tak terdengar, “tapi Aswatama yang seekor gajah”. Pernyataan ini membuat Begawan Durna putus asa dan tidak bergairah lagi dalam berperang sehingga Begawan Durna-pun finally tewas dengan sukses.

Pesan moral kisah ini, coba kalau dibandingkan sama diri kita sehari-hari, bisakah kita berkata jujur seumur hidup? Jawabannya pasti tidak.

Konon, makam Prabu Yudistira ada di belakang masjid agung kota Demak. Wallahu Alam.

Konon, Prabu Yudistira mewariskan salah satu senjata pusaka berupa keris kepada Sunan Kalijaga. Entah dimana sekarang pusaka tersebut.


Prabu Darmakusuma adalah putra sulung dari Prabu Pandudewanata dan Dewi Kuntinalibrata. Sesungguhnya Prabu Darmakusuma merupakan putra kedua dari Dewi Kuntinalibrata.

Akibat Ajian Adityaredhaya ajaran Resi Druwasa, Kunti sempat hamil, sesaat sebelum terjadinya sayembara pilih. Lalu putranya yang di keluarkan dari telingga yang dinamai Karna dibuang dan kemudian diasuh oleh seorang sais kereta bernama Adirata.

Secara resmi memang Prabu Darmakusuma adalah putra Prabu Pandu dan Dewi Kunti namun sesungguhnya ia adalah putra Dewi Kunti dan Batara Darma, dewa keadilan. Hal tersebut diakibatkan oleh kutukan yang diucapkan oleh Resi Kimindama yang dibunuh Pandu saat bercinta dalam wujud kijang.

Tapi akibat dari ajian Adityaredhaya, Dewi Kunti dan Prabu Pandu masih dapat memiliki keturunan untuk menghasilkan penerus takhta kerajaan. Prabu Darmakusuma bersaudarakan empat orang, dua saudara seibu dan 2 saudara berlainan ibu. Mereka adalah Bima atau Werkudara, Arjuna atau Janaka, Nakula atau Pinten, dan Sadewa atau Tangsen.

Prabu Darmakusuma memiliki dasanama (nama-nama lain) yaitu Raden Dwijakangka sebagai nama samaran saat menjadi buangan selama 13 tahung di kerajaan Wirata, Raden Darmaputra karena merupakan putra dari Batara Darma, Puntadewa, Darmawangsa, Darmaraja, Gunatalikrama, Sang Ajatasatru, Kantakapura, Yudistira, dan Sami Aji, julukan dari Prabu Kresna.

BACA JUGA:  Kisah Gareng dan Petruk


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *