Adat Istiadat Palili Kepada Mokole Matano

Sejarah Matano dan Asal Usul MokoleJika Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano akan mengadakan suatu pesta seperti kematian (Tawe), melantik Mokole yang baru, pesta pernikahan dan sebagainya, maka diperintahkanlah Karua di Konde untuk berangkat agar mengabarkan kepada semua Mohola Palili bahwa Mokole Matano akan mengadakan suatu pesta.

Karena itu mereka (Palili) wajib membawa upeti (Gauto) seperti adat istiadat yang telah ditetapkan. Kemudian para Mohola Palili itu segera melaksanakan perintah tersebut untuk menyediakan semua upeti yang sudah ditetapkan.

Setelah semua upeti terkumpul, Mohola kemudian mengatur upeti tersebut di rumahnya, ketika semuanya sudah siap, maka berangkatlah Mohola-Mohola tersebut dengan membawa beberapa rakyat membawa upeti itu (Gauto) kepada Mokole Rahampu’u Matano.

Setelah pesta selesai (misalnya pesta kematian), semua Mohola Palili yang datang bersama pengikutnya memperoleh daging kerbau dari Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano sebagai pembalasan jasa-jasa mereka membantu Mokole Matano dalam melaksanakan pesta. Demikianlah adat istiadat Mokole Rahampu’u Matano kepada para Palili-Palili-nya.

Adat dan Kebiasaan Kaum Palili dalam Menyediakan Upeti (Gauto) Pada Pesta Kematian


1. Gau Ihi Inia

Jika Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano meninggal dunia (Tawe), maka seluruh Ihi Inia (Nuha Sorowako) harus datang dengan membawa dua kapak, dua parang panjang dan dua parang pendek.

BACA JUGA:  Misteri Tentang Kerajaan Padang 12

Selain itu, seluruh rakyat Ihi Inia juga wajib membawa dua pisau laki-laki, dua pisau perempuan, dua pahat dan dua banci-banci (sejenis kapak bergagang pendek). Alat-alat tersebut akan dipergunakan membuat perkakas keranda (pandu) dan perlengkapan lainnya.

Rakyat Ihi Inia juga diwajibkan membawa satu piring yang berisi sagu yang sudah digoreng dengan ditutup kain hitam sepanjang tiga depa dan satu buah kelapa.

2. Gau To Taipa

Jika Mokole Wawa Inia Rahampu’u meninggal dunia (Tawe) maka To Taipa harus membawa batang kayu secukupnya untuk membuat pikulan mayat (kandawari) beserta sejumlah rotan, 27 ruas bambu berisi tuak dan dua ekor ayam.

3. Gau To Tambe’e

Jika Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano meninggal dunia maka mereka wajib membawa 20 bungkus beras, 20 bungkus helai, 20 ekor ayam dan 20 butir telur ayam.

BACA JUGA:  Misteri Dana Revolusi Presiden Soekarno

4. Gau To Karunsi’e

Jika Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano meninggal dunia , maka To Karunsi’e harus datang dengan membawa 20 bungkus beras, 20 bungkus helai, 20 ruas bambu berisi sagu dan tuak, 20 ekor ayam dan 20 butir telur ayam.

5. Gau To Padoe

Jika Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano meninggal dunia, To Padoe harus datang membawa 80 bungkus beras, 80 bungkus helai, 40 ekor ayam, 40 butir telur ayam, dan 40 gumpalan (lelo) dammar.

Selain itu, mereka juga harus membawa upih pinang untuk membungkus beras dan helai, tidak diperbolehkan dengan menggunakan daun yang lain.

6. Gau To Kinadu

Jika Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano meninggal dunia, To Kinadu harus datang membawa 40 basung sagu, 40 ekor ikan gabus yang hidup dan 40 ekor ikan yang kering.

Jika semua upeti (gau) para Palili sudah siap, maka orang Rahampu’u Matano menyembelih satu ekor kerbau dan dibagi-agikan kepada setiap bangsa Palili.

Khusus untuk pesta Mokole Rahampu’u Matano selain kematian (Tawe), maka upeti tidak ditentukan, cukup dengan kesediaan para Palili saja.

Hak-Hak Palili

Jika Palili akan melantik Mohola masing-masing, maka wajib hukumnya memberitahukan kepada Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano.

Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano selanjutnya akan memerintahkan Pabitara dan Mohola Wawa Inia Rahampu’u Matano untuk pergi menentukan satu Mohola baru yang terpilih diantara beberapa banyak anak rakyat, dengan mempertimbangkan asal atau silsilah keturunan Mohola tersebut.

BACA JUGA:  Sistem Pemerintahan Kerajaan Mokole di Matano

Jika ada perkara yang tidak dapat diselesaikan oleh Mohola-nya, maka haruslah Pabitara Matano atau Mohola Matano pergi untuk menyelesaikan perkara tersebut, jika sudah selasai maka pulanglah mereka ke Matano.

Jika Palili akan melakukan satu pesta seperti Mewehae, Meloboti dan lain-lain, maka Pabitara dan Mohola Matano harus hadir untuk menjaga keamanan, tetapi biasa juga Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano menghadiri acara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *