Gunung Anak Krakatau Akan Meletus?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

BILIKMISTERI.WEB.ID – Banyak orang yang sulit membedakan antara Gunung Krakatau dengan Gunung Anak Krakatau. Sebagai catatam, yang saat ini bisa kita saksikan di perairan Selat Sunda adalah Gunung Anak Krakatau, atau Gunung Anak Rakata. Lalu di mana Gunung Krakatau itu?

Sebenarnya, paska letusan super dahsyat tahun 1883, Gunung Krakatau lenyap dan tidak lagi bisa dilihat dari permukaan air laut. Lenyap karena hampir seluruh permukaan gunung telah dimuntahkan oleh letusannya sendiri.

Nah, sekitar 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, mulailah muncul gunung api baru di kawasan kaldera purba yang sama. Gunung api baru ini yang dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau ini adalah jenis gunung yang masih tumbuh. Kecepatan pertumbuhan tinggi Gunung Anak Krakatau adalah sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Ada juga catatan lain yang menyatakan bahwa penambahan tinggi Gunung Anak Krakatau adalah sekitar 4 cm per tahun.


Jika dikalkulasi, dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi Anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab meningkatnya tinggi gunung Anak Krakatau disebabkan oleh material yang terus keluar dari perut gunung baru itu.

BACA JUGA:  Ritual Seks Untuk Meminta Kekayaan di Gunung Kemukus

Saat ini ketinggian Gunung Anak Krakatau telah mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut. Sebagai perbandingan, Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut. Dengan demikian, Gunung Anak Krakatau sebenarnya dapat dikategorikan sebagai gunung api yang cukup aktif.

Gunung Anak Krakatau Mulai Bergolak

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah mematok Gunung Anak Krakatau dalam status waspada atau level II sejak 2011 lalu. Status gunung itu sempat dinaikkan di level III atau siaga pada 30 September 2011. Sejak awal tahun 2014 ini, Gunung Anak Krakatau sedikit memperlihatkan peningkatan aktivitas.

Selepas erupsi pada 2001, Gunung Anak Krakatau kembali aktif mulai 23 Oktober 2007 hingga 10 Juli 2011. Gunung Anak Krakatau terakhir kali meletus pada 2 September 2012. Dengan tipe erupsi strombolian, gunung itu memuntahkan material pijar hingga ketinggian 200-300 meter.

Pada tanggal 15 Februari lalu, Gunung Anak Krakatau mengalami 3 kali gempa vulkanik, 177 kali gempa vulkanik dangkal, dan hembusan sebanyak 32 kali meskipun terhalang kabut tebal. Lontaran material pijar dari kawah Gunung Anak Krakatau hanya sampai radius 1 kilometer karena sistem kawah yang sudah terbuka.

BACA JUGA:  Legenda Gunung Bromo

Gunung Anak Krakatau Status Waspada (Level II)Gunung Anak Krakatau dalam Status Siaga Level III

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dipandang PVMBG relatif stabil dan tidak menimbulkan letusan dan gelombang tsunami. Hanya saja, nelayan maupun pengunjung dilarang naik atau mendarat di pulau Gunung Anak Krakatau dalam jarak mendekati radius 1 kilometer dari puncak gunung.

Meskipun tidak ada yang tahu pasti kapan Gunung Anak Krakatau ini akan meletus, tentunya kita tetap harus selalu waspada. Sebagai catatan, sejumlah ahli geologi memprediksi letusan Gunung Anak Krakatau akan terjadi antara 2015-2083.

Hanya saja, di luar dari prediksi tersebut, kita sungguh tidak bisa mengabaikan begitu saja pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004. Mengapa? Karena gempa yang menimbulkan tsunami di Aceh itu terjadi pada lempeng sesar yang sama dengan Gunung Anak Krakatau.

Nah, akankah Gunung Anak Krakatau meletus juga dalam waktu dekat? Wallahu ‘alam bis shawab.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *