Ada Kemungkinan Pesawat Malaysia Airlines Dihilangkan

Dua puluh orang ilmuwan Semiconductor di pesawat MAS itu sedang terlibat dalam penelitian super canngih dalam teknologi listrik. Beberapa hasilnya digunakan untuk tujuan pertahanan, hal ini menimbulkan pertanyaan wartawan tentang persenjataan elektronik yang dapat menyembunyikan pesawat.

Ada Kemungkinan Pesawat Malaysia Airlines Dihilangkan

Tambahan misteri tragis lainnya adalah mengapa petugas tidak mengecek dan memeriksa ke database tentang informasi untuk tiap paspor, agar jika ada paspor curian yang digunakan penumpang  untuk naik pesawat Malaysia Airlines dapat diketahui.

Senjata elektronik baru pada masa kini memungkinkan untuk memblokir (jamming), membutakan (blinding), memekakkan telinga (deafening) dan banyak lagi, sehingga pesawat mungkin dapat menghilang dari deteksi radar dan sistem keamanan tidak lagi dapat mendeteksinya.

Radar dasar bernama Electronic Counter-Measure strategies atau strategi tolak ukur Elektronik yang digunakan dalam peperangan elektronik (Electronic Warfare / EW) adalah:


  •  Gangguan radar,
  •  Menargetkan modifikasi, dan
  •  Mengubah sifat listrik dari udara.

Misalnya, kesaksian intelijen AS yang menjelaskan kepada The Daily Beast oleh pejabat intelijennya dan juga para mantan pegawainya, menyimpulkan setiap serangan Israel terhadap Iran akan jauh melampaui serangan udara pesawat tempur.

Dan kemungkinan akan menyebarkan EW terhadap jaringan Iran yang meliputi listrik, internet, jaringan ponsel dan frekuensi darurat untuk petugas pemadam kebakaran dan polisi.

“Sebagai contoh, Israel telah mengembangkan senjata yang mampu meniru sinyal ponsel yang dapat memerintahkan jaringan itu untuk “tidur” secara efektif dan akan menghentikan transmisi,” ujar pejabat intelijen mengkonfirmasi. “Israel juga memiliki jammers yang mampu menciptakan gangguan dalam frekuensi darurat di Iran saat responden pertama, ” tambahnya.

Pada tahun 2007 lalu, militer Suriah juga pernah merasakan alat peperangan (warfare) ini, ketika radar pertahanan udara negara itu awalnya dibuat ‘buta’ lalu akhitnya mendeteksi pesawat-pesawat Israel. Pada awalnya menimbulkan kesan bahwa tidak ada jet tempur di langit dan dalam sekejap, tiba-tiba pada radar terlihat langit dipenuhi dengan ratusan pesawat tempur. “

“Tahun 2013 lalu, diumumkan juga bahwa teknologi siluman atau stealth yang terbaru membuat pesawat dapat tak terlihat. Dan tak hanya hilang di radar, tapi juga tersembunyi atau tak tampak alias hilang jika dilihat oleh mata manusia juga – “seperti Jubah Gaib (invisibility cloak) di film Hollywood sci-fi thriller,” tulis Military.com.

Cina juga baru saja disebut-sebut sedang meneliti sebuah teknologi “cloaking” (menghilang tak terlihat) menggunakan array heksagonal dari panel kaca untuk membelokkan cahaya di sekitar objek, menutupinya dari pandangan seolah-olah disembunyikan oleh Jubah Gaib (invisibility cloak), para ahli menegaskan bahwa teknologi itu hebat. Dan tidak seperti proyek Amerika dan Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

“Masyarakat umum mungkin tidak mendengar tentang seberapa jauh Amerika Serikat telah memilikinya, karena jika ada pun harus tetap diklasifikasikan,” jelas ahli senjata api Chris Sajnog, seorang mantan Navy SEAL, kepada FoxNews.com. “Negara-negara lain masih bermain kejar-kejaran sementara mereka justru menutup kesenjangan.

Military.com menyatakan, “Tapi ketika pekerjaan klasifikasi berlangsung, beberapa proyek publik dari universitas dan perusahaan pemasok militer telah benar-benar dapat menunjukkan betapa nyata ‘futuristic technology‘ atau teknologi futuristik ini.”

“Pengembang senjata besar seperti BAE Systems mengakui telah bekerja pada teknologi semacam ini, seperti program Adaptiv yang bertujuan untuk menyembunyikan kendaraan lapis baja.”

“Militer AS adalah diantara banyak negara yang telah menyatakan minatnya untuk ADAPTIV yang dapat ditransfer ke platform lain, seperti kapal dan helikopter,” kata Mike Sweeney, juru bicara BAE.

Dalam Electronic Warfare jargon, ECM adalah perangkat listrik atau elektronik yang dirancang untuk mengelabui atau menipu radar, sonar atau deteksi sistem lain, seperti inframerah (IR) atau laser. ECM dapat digunakan ofensif dan defensif untuk mencegah target informasi jatuh ke tangan kepada musuh.

Sistem ini dapat membuat sasaran sebenarnya menghilang lalu muncul kembali atau muncul secara acak. Hal ini digunakan secara efektif untuk melindungi pesawat dari peluru kendali atau pun drone.

“Sebagian besar angkatan udara menggunakan ECM untuk melindungi pesawat mereka dari serangan. Hal ini juga telah digunakan oleh kapal-kapal militer dan baru-baru ini pada beberapa tank canggih untuk menipu laser / IR peluru kendali.

Hal ini sering digabungkan dengan kemajuan teknologi siluman sehingga sistem ECM memiliki pekerjaan yang lebih mudah karena serangan ECM sering berbentuk jamming.

Sedangkan perusahaan Freescale Semiconductor yang berbasis di Austin meluncurkan misi utama yang didedikasikan untuk melayani kebutuhan listrik RF (Radio Frequency) untuk sektor Kedirgantaraan dan Pertahanan AS atau Aerospace and Defense (A&D).

Misi itu spesial didedikasikan untuk mendukung pertahanan pelanggannya. Karyawan Freescale dikonfirmasi berada di dlampenerbangan Malaysia Airlines MH370, dua belas orang dari Malaysia dan delapan dari China.

Perlu diketahui bahwa produk komersial Freescale memproduksi perangkat yang memenuhi persyaratan aplikasi seperti :

  • Komunikasi untuk peperangan (Battlefield communications)
  • Dunia penerbangan / avionik  (Avionics)
  • Radar HF jalur L-dan S-Band (HF through L- and S-Band radar)
  • Pengendali rudal (Missile guidance)
  • Perangkat perang elektronik (Electronic warfare)
  • Perangkat identifikasi, teman atau musuh (Identification, friend or foe (IFF)
BACA JUGA:  Ramalan Gunung Slamet Meletus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *