Teori Jatuhnya Pesawat Air Asia QZ-8501 Karena Cuaca Ekstrem

 

BILIKMISTERI.WEB.ID – Banyak analisis yang mencuat dari ahli penerbangan. Tapi satu yang pasti. Kebenaran soal jatuhnya pesawat rute Surabaya-Singapura itu baru bisa diungkap melalui black box atau kotak hitam yang terdiri dari cockpit voice recorders (CVR) atau percakapan di kokpit dan flight data recorder (FRD) atau rekaman data penerbangan.

Teori lain menyebut cuaca ekstrem menjadi pemicu jatuhnya pesawat. Diketahui, cuaca di rute AirAsia QZ8501 saat itu sangat buruk dengan adanya awan kumulonimbus yang padat dan berukuran besar.

 Jatuhnya Pesawat Air Asia QZ-8501 Karena Cuaca Ekstrem
Ilustrasi Jatuhnya Pesawat Air Asia QZ-8501 Karena menembus awan kumulonimbus

Ahli penerbangan Neil Hansford menilai menembus awan kumulonimbus (Cb) merupakan langkah diluar perkiraan pilot AirAsia. Kata dia, pilot sudah siap dengan rute ekstrem tersebut, tapi belum tentu siap untuk menembus awan “thunderstorm”, nama lain dari kumulonimbus. (mirip juga seperti Adam Air 574).

 

“Mungkin ini awan cumulonimbus dengan badai petir yang sangat ekstrem. Sangat jarang ada pesawat yang dirancang bisa melintasi cuaca tersebut,” kata Neil kepada Nine News. Sebelumnya diketahui, pilot AirAsia sempat meminta untuk bergeser ke kiri dan naik ke atas. Diduga untuk menghindari awan kumulonimbus. Namun pihak ATC dikabarkan tak mengizinkan naik ke atas karena ada pesawat lain yang melintas.

Terkait permintaan pilot untuk naik ketinggian demi menghindari cuaca buruk, maka muncul dugaan bahwa pesawat berada pada ketinggian yang ekstrem dalam waktu singkat. Misal naik 6.000-9000 meter per menit yang membuat pesawat menjadi tak terkendali dan justru jatuh menukik.

Namun menurut Direktur Perusahaan Konsultan Penerbangan Ailevon Pacific, Oliver Lamb, hal itu sangat tidak mungkin. “Butuh energi lebih jika harus naik ke ketinggian ekstrem. Jika hal itu benar terjadi, aku tak pernah menyangka ada pesawat bisa seperti itu,” terangnya.

Namun perlu diketahui pula, bahwa Airbus jenis A320 Air Asia ini sedang terbang dibawah peringatan dari European Aviation Safety Agency (EASA) yang memperingatkan seluruh maskapai di dunia yang menggunakan pesawat Airbus tipe tertentu agar mewaspadai potensi pesawat lepas kendali ketika menanjak (stall warning).

Dokumen itu dirilis pada 10 Desember 2014 dengan nomer dokumen AD #: 2014-25-51, ditujukan kepada seluruh pemilik Airlines.

 
 

TOPIK LAINNYA

kitab aji astagina, misteri piramida mesir, rara santang dan roro kidul, Kata bijak ratu roro kidul, Ciri2 trah mataram, ciri-ciri keturunan jaka tingkir, lukisan nyimas rara santang, tanda keturunan sunan kalijaga, kata kata petuah nyi roro kidul, siapa sajakah anak prabu siliwangi

JANGAN LEWATKAN