Misteri Pesawat MH370 Menjadi ‘Pesawat Zombie’

BILIKMISTERI.WEB.ID – Apa yang terjadi dengan burung besi milik maskapai negeri jiran dan 239 orang di dalamnya itu? Teori konspirasipun bermunculan, termasuk yang mengaitkan dengan black hole (lubang hitam) atau segitiga bermuda. Dugaan baru pun mengemuka belakangan. “Jangan-jangan MH370 celaka setelah menjadi ‘pesawat zombie’.”

Misteri Pesawat MH370 Menjadi 'Pesawat Zombie'
Mungkinkah Pesawat MH370 Menjadi ‘Pesawat Zombie’

Salah satu pencetusnya adalah Clive Irving dalam artikelnya di situs The Daily Beast.

Ia menyebut, pada pusat elektronik MH370 mungkin mengakibatkan ‘otak’ pesawat mati. “Namun, secara fisik ia mampu terbang selama berjam-jam dengan autopilot sampai kehabisan bahan bakar”.

Meski bisa menerima ide tersebut, sejumlah ahli lain tak sepakat dengan pilihan katanya. “Aku sama sekali tak suka dengan terminologi ‘pesawat zombie’. Konotasinya jahat. Aku lebih suka menyebutnya pesawat hantu, sesuatu yang pernah kita jumpai sebelumnya,” kata William Waldock dari Embry-Riddle Aeronautical University, seperti dimuat CNN.

Istilah pesawat hantu merujuk pada kendaraan udara di mana semua orang di dalamnya baik pilot, kru, dan penumpang hilang kesadaran atau meninggal dunia karena hilangnya tekanan udara, ledakan, asap atau uap.


Jika dugaan ini benar, pesawat Malaysia itu bisa jadi mengalami insiden yang membuat semua orang di dalamnya tak sadar, lalu terus terbang secara autopilot hingga kehabisan bahan bakar.

Pernah Terjadi

Dan ini bukan fantasi. Insiden pesawat hantu pernah terjadi sebelumnya, meski jarang. Misalnya pada 1999 lalu, sebuah jet Lear carteran yang membawa pegolf profesional Payne Stewart dan empat orang lainnya jatuh di sebuah lapangan South Dakota, setelah terbang sendiri selama empat jam.

Sementara semua manusia yang ada di sana telah kehilangan nyawa, akibat tekanan kabin hilang. Jendela burung besi itu kabur tertutup uap.

Bahkan jet tempur yang membayangi pesawat hantu itu tak kuasa menghentikannya. Setelah kehabisan bahan bakar ia lalu jatuh .

“Bisa jadi pada beberapa menit pertama dalam kondisi darurat, pilot mengubah arah untuk mencari bandara darurat,” demikian analisa Clive Irving terkait penerbangan MH370.

Namun, mereka kemudian diduga terjebak dalam masalah, mungkin asap, api, atau lainnya yang membuat semua orang di dalam pesawat itu tak berdaya. Boeing 777-200 ER tersebut bisa jadi terbang sendiri setelah diprogram dalam pilihan ‘zombie’.

Apalagi, sebelumnya terungkap, kargo pesawat memuat baterai Lithium ion. Hal itu diungkapkan oleh CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya. 

Beberapa fakta menyebut baterai Lithium ion yang biasa digunakan pada laptop dan ponsel, rentan terhadap panas dan mudah terbakar. Meskipun hal itu jarang terjadi, tetapi beberapa pihak pernah menarik kembali baterai tersebut dari muatan pesawat, dan tidak mau mengambil risiko.

Analis penerbangan CNN Les Abend menganggap, hipotesis kondisi autopilot itu “sangat layak”. Abend pernah menerbangkan Boeing 777, jenis pesawat yang sama yang digunakan dalam penerbangan MH370.

“Itu bisa terjadi seketika dalam situasi yang eksplosif,” kata Abend. “Atau diam-diam jika situasi lambat.”

Namun, tak semua ahli sepakat dengan gagasan itu. Pilot sekaligus penulis soal penerbangan, Jeff Wise mengatakan, ada banyak lubang dalam teori itu. “Jika pilot mengalihkan pesawat dalam kondisi darurat, ia tak akan ke barat daya ke Australia, lebih masuk akal jika ia menuju Afrika,” kata Wise.

Pun dengan analis CNN yang lain, Miles O’Brien. Jika benar pesawat dalam kondisi darurat, pastilah penerbang akan mengkomunikasikan pada menara kontrol.

Bagaimanapun juga semua kemungkinan itu masih menjadi misteri hingga saat ini.

BACA JUGA:  Misteri Penyebab Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *