Misteri Kronologi Hilangnya Pesawat MH370


BILIKMISTERI.WEB.ID – Seorang pilot pesawat yang enggan disebutkan namanya mengaku dirinya sempat berkomunikasi dengan awak pesawat Malaysia Airlines MH370 sebelum pesawat itu hilang kontak. Menurut pilot yang menerbangan pesawat tujuan Bandara Narita, Tokyo Jepang itu, dirinya sempat berbicara dengan pilot MH370 saat berada di atas wilayah Vietnam dengan frekuensi darurat.

Misteri Kronologi Hilangnya Pesawat MH370
Misteri Kronologi Hilangnya Pesawat MH370

Kata dia kepada media Malaysia, saat melintas di atas wilayah Vietnam dan waktu menunjukkan pukul 01.30 waktu setempat, dirinya diminta oleh petugas air traffic control Vietnam untuk menghubungi MH370.

Inilah Kronologi Hilangnya Pesawat MH370 yang sudah diberitakan dan tersusun sebagai berikut:

Otoritas Malaysia sudah memastikan kronologi kejadian hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Detik-detik saat pesawat itu mulai menghilang pun diketahui. Dikutip dari Reuters, momen hilangnya pesawat :

Dimulai pukul 00.41 waktu Malaysia saat terbang dari Kuala Lumpur.

Lalu pukul 01.07, pesawat sempat mengirim transmisi ACARS tentang data mesin ke maskapai. Namun di waktu ini ada yang menonaktifkannya. Di momen ini, rute penerbangan juga diubah.

Pukul 01.19, kopilot Fariq Abdul Hamid mengatakan kalimat terakhir ‘All right, good night’ kepada pihak Air Traffic Control (ATC).

Lalu pukul 01.21, transponder pesawat dimatikan tepat di perbatasan Malaysia dan Vietnam. ATC Vietnam belum sempat menerima sinyal dari pesawat. Ternyata pesawat dibelokkan ke arah barat menuju ke Selat Malaka.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, sistem komunikasi memang diketahui telah dimatikan dan diubah oleh seseorang di dalam pesawat sebelum menghilang.

Pernyataannya itu didasari atas penemuan bahwa komunikasi terakhir terdeteksi pada Sabtu 8 Maret pukul 08.11 waktu setempat, lebih dari 6 jam setelah pesawat dinyatakan hilang dari radar pada Sabtu pukul 01.30 waktu setempat.

Pukul 02.15, radar militer Malaysia melacak keberadaan pesawat berada di sebelah selatan Pulau Phuket di Selat Malaka.

Komunikasi terakhir pesawat terlacak pukul 08.11 di Samudera Hindia, antara dua koridor, yakni utara meliputi Thailand ke Kazakhstan, atau selatan dari Indonesia ke selatan Australia.

Pesawat dinyatakan menghilang dari Radar, pukul 01.30 dan transponder dimatikan 01.21, perhatikan untuk mengambil hikmah dari pesawat malaysia yang hilang, ikuti perkembangan hilangnya dari radar tersebut dan transporder dimatikan, mengutip wikipedia.

Kabar terbaru yang dapat memberi petunjuk penting bagi keberadaan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang pada Sabtu (8/3/2014) baru saja diterima.

New Straits Times Malaysia melaporkan, seorang pilot pesawat Boeing 777 yang terbang 30 menit lebih awal dari MH370 memberitahu bahwa dia berkomunikasi dengan awak pesawat MH370 sesaat sebelum pesawat itu menghilang.

Pilot yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan, dia diminta oleh petugas air traffic control Vietnam untuk mencoba menghubungi MH370, karena otoritas setempat tidak bisa menghubungi pesawat itu. “Otoritas mengalami kesulitan menghubungi mereka, pesawat saya sudah berada di atas wilayah udara Vietnam dan saya diminta membantu menghubungi”.

Pilot yang sedang menuju ke Bandara Narita, Tokyo itu mengaku berhasil berkomunikasi dengan MH 370 sekitar pukul 01.30 Sabtu dini hari. Pilot itu menanyakan, apakah MH370 sudah memasuki wilayah udara Vietnam atau belum.

“Saya yakin itu suara co-pilot antara Kapten Zaharie atau Kapten Fariq, namun suara relatif statis, ada banyak interference, dan mumbling (bergumam)”. Setelah itu, komunikasi hilang. Pilot itu meyakini bahwa suara itu bahkan dapat didengar oleh kapal-kapal di laut di bawah mereka.

Dia mengira tidak ada masalah serius, mengingat kehilangan kontak adalah hal biasa. “Jika Kapten Zahari mengalami kesulitan, pastilah dia akan mengeluarkan panggilan MayDay. Namun saya tidak mendengar apapun sama seperti yang lain”.

Detik-detik Penuh Misteri Saat Transponder dan ACARS MH370 Dimatikan

Transponder adalah alat pemancar radio yang terletak di kokpit pesawat yang berfungsi mengirim sinyal informasi pesawat kepada Air Traffic Control (ATC) di darat lewat radar sekunder. Alat ini memang bisa dimatikan, namun normalnya pada keadaan tertentu. Kondisi MH370 kala itu bukan opsi untuk mematikan transponder.

ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) adalah pancaran gelombang yang mengirim informasi kepada maskapai. ACARS bisa mengirim berbagai tipe pesan ke ATC, termasuk kondisi bahan bakar dan status mesin.

Nah, dari hasil penyelidikan, diketahui dua alat pemberi informasi itu dimatikan sebelum pilot mengucapkan kalimat terakhirnya pada ATC: “All right, good night”. ACARS dimatikan pukul 01.09 waktu Malaysia, lalu transponder dimatikan pukul 01.21. Pihak Malaysia memastikan, komunikasi terakhir pilot dengan ATC adalah 01.30 dinihari.

Momen-momen Kunci Hilangnya Malaysia Airlines MH37

Serangkaian rincian baru menampilkan sebuah kronologi yang lebih jelas tentang apa yang mungkin terjadi pada pesawat Malaysia Airlines MH370 dari waktu lepas landas hingga status terakhirnya yang dapat diketahui, yaitu tujuh jam kemudian.

CEO Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari Yahya, Senin (17/3/2014), mengatakan bahwa tidak jelas apakah kata-kata terakhir dari kokpit datang sebelum atau setelah sistem data pelaporan pesawat itu dimatikan. Sebelumnya, pihak berwenang Malaysia mengatakan bahwa pesan “Baiklah, selamat malam” datang setelah sistem dinonaktifkan.

Berikut ini adalah bagaimana pakar merekonstruksi saat-saat penting penerbangan itu, menurut koresponden penerbangan CNN, Richard Quest.

Lepas landas pukul 00.41, Semua sistem pelacakan berfungsi saat Boeing 777-200ER itu lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Beijing, China pada Sabtu, 8 Maret itu.

ACARS kirim data komunikasi pukul 01.07, Sekitar setengah jam setelah lepas landas, salah satu sistem komunikasi pesawat itu mengirimkan apa yang ternyata menjadi transmisinya yang terakhir, kata CEO Malaysia Airlines.

ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) merupakan komputer di dalam pesawat yang mengumpulkan informasi, kebanyakan tentang kinerja pesawat dan pilot. Itu mirip komputer-komputer yang kini ada di dalam mobil yang melacak performa mesin.

Di pesawat, komputer ACARS memproses ribuan potongan data dan mengirim informasi itu melalui satelit ke maskapai penerbangan, produsen mesin dan para pihak berwenang lainnya. Informasi itu berguna bagi tujuan operasional, pemeliharaan, penjadwalan dan kinerja. “Bos Anda akan tahu bagaimana Anda menerbangkan pesawat karena ACARS akan memberitahu mereka,” kata Quest.

Voice check-in pukul 01. 19, Seseorang di kokpit pesawat melakukan voice check-in dengan pengontrol lalu lintas udara saat pesawat itu tampaknya meninggalkan wilayah udara Malaysia dan memasuki wilayah udara Vietnam.

Penyelidikan awal menunjukkan itu adalah co-pilot, Fariq Ab Hamid, kata sejumlah pejabat Malaysia Airlines. “Baiklah, selamat malam” merupakan kata-kata terakhir dari kokpit, kata Zulazri Mohd Ahnuar, seorang petugas penerbangan sipil Malaysia. Frase “selamat malam (good night)” merupakan istilah radio yang digunakan para pilot ketika beralih dari satu wilayah udara yang satu ke wilayah udara yang lain, kata Quest.

“Itu normal. Itu terjadi triliunan kali,” tambah Quest. Namun masih tidak jelas, apakah petugas kontrol lalu lintas udara Vietnam melakukan kontak dengan pesawat itu selama pengalihan wilayah itu.

Transponder mati pukul 01.21, Transponder pesawat berhenti berkomunikasi pukul 01.21, kata Azharuddin Abdul Rahman, direktur Departemen Penerbangan Sipil Malaysia. Transponder mengirimkan pesan elektronik dari pesawat: memberi tahu sistem radar tentang nomor penerbangan, ketinggian, kecepatan dan arah pesawat.

Ini merupakan informasi yang sangat berguna bagi para petugas kontrol lalu lintas udara yang sedang melihat sejumlah kerlip (blip) di layar mereka, dan setiap kerlip merupakan pesawat yang memancarkan informasi tentang identitas, berkat fungsi transponder itu.

Dengan matinya transponder, “sekarang pesawat terbang buta (flying blind) dari sudut pandang (petugas kontrol lalulintas di) darat,” kata Quest. “Jika ada radar di sana, radar itu akan melihat sebuah kerlip, tetapi mereka tidak akan tahu siapa itu, kemana perginya.

Mereka kini hanya tahu bahwa ada pesawat di sana.” Hal itu karena transponder tidak mengirim informasi tentang identitas pesawat itu. Mematikan transponder itu mudah, tinggal mematikan tombol di kokpit, kata Quest.

Pesawat hilang dari radar militer Thailand pukul 01.22, Radar militer Thailand melacak sinyal pesawat itu, tetapi pesawat tersebut hilang pukul 01.22, kata seorang juru bicara Angkatan Udara Kerajaan Thailand kepada CNN.

Radar Thailand mengetahui sebuah pesawat tidak dikenal pukul 01.28, Stasiun radar Thailand di Provinsi Surathani yang terletak di selatan negara itu melacak sebuah pesawat tak dikenal terbang dalam arah berlawanan dengan jalur MH370 yang sebenarnya, kata juru bicara Angkatan Udara Thailand kepada CNN.

Radar sipil kehilangan kontak dengan pesawat sekitar pukul 01.30, Petugas kontrol lalu lintas udara Malaysia di Subang, di luar Kuala Lumpur, kehilangan kontak dengan pesawat itu di atas Teluk Thailand, antara Malaysia dan Vietnam, di koordinat 06 55 15 N dan 103 34 43 E.

Transmisi ACARS yang mestinya muncul tidak muncul pada pukul 01.37, ACARS seharusnya mengirimkan data setengah jam setelah pengiriman terakhir. Karena itu, ACARS seharusnya mengirimkan data lagi pada pukul 01.37, tetapi hal itu tidak terjadi, kata Yahya. Jadi, ACARS berhenti berkomunikasi antara pukul 01.07 – 01.37.

Menurut Quest, ini sebuah peristiwa penting. Mematikan ACARS butuh pengetahuan khusus. Jika pesawat itu dibajak atau menjadi target terorisme, mematikan ACARS akan menjadi langkah strategis karena sistem itulah yang melapor ke satelit apa pun yang dilakukan terhadap pesawat.

Deteksi radar militer pukul 02.15, Meskipun pesawat Malaysia itu tidak mengirimkan informasi dengan ACARS atau transponder, radar di darat atau di tempat lain masih dapat mendeteksi pesawat di udara. Menurut seorang perwira Angkatan Udara Malaysia, radar militer melacak pesawat itu saat melewati pulau kecil yang disebut Pulau Perak di Selat Malaka.

Pada titik ini, pesawat itu sudah ratusan mil dari jalur sebenarnya. Bahkan, pesawat itu sudah berada di sisi lain Semenanjung Malaysia. Radar militer menunjukkan, pesawat itu terbang ke arah barat Semenanjung Malaysia, kata Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.

Pesawat itu kemudian diyakini entah berbelok ke arah barat laut ke Teluk Benggala atau ke barat daya ke Samudera Hindia. Itulah terakhir kalinya radar sipil atau militer diketahui telah melacak pesawat itu. Fokus saat ini adalah mencari pesawat itu di Samudra Hindia bagian selatan, kata seorang pejabat AS. “Skenario selatan tampaknya lebih masuk akal,” kata pejabat itu.

Pesawat itu seharusnya tiba di Beijing puku 06.30, Itulah waktu MH370 seharusnya mendarat di ibukota China itu. Pengumuman pesawat hilang pukul 07.24, Malaysia Airlines mengumumkan hilangnya pesawat itu di Facebook.

Handshake satelit pukul 08.11, Najib mengungkapkan hari Sabtu bahwa satelit masih melacak pesawat itu pada pukul 08.11, tujuh jam lebih setelah lepas landas. Najib tidak memberikan rincian tentang pelacakan satelit itu.

Namun tampaknya sejumlah satelit di atas samudra mendeteksi pesawat itu karena sebuah satelit atau sejumlah satelit berusaha melakukan serangkaian “handshake“, atau koneksi elektronik, dengan pesawat di bawahnya, kata Quest.

Kemungkinan pesawat itu tidak menyelesaikan proses handshake karena sistem komunikasinya dinonaktifkan, kata Quest. Namun, satelit akan tetap mampu melacak pesawat yang terbang di bawah mereka dan akan menyampaikan pesan elektronik seperti memanggil: “Ada pesawat: Halo, halo, halo? Apakah Anda punya sesuatu untuk kami” kata Quest.

Perdana Menteri Malaysia mengatakan, “data mentah satelit” mengkonfirmasi bahwa pesawat itu adalah MH370. Menurut Najib, pihak AS dan Inggris sepakat tentang hal itu. “Karena jenis data satelit itu, kami tidak dapat mengonfirmasi lokasi yang tepat dari pesawat itu ketika terakhir kali melakukan kontak dengan satelit,” kata Najib.

Pihak berwenang yakin pesawat itu berada di salah satu dari dua “koridor”, entah koridor utara yang memanjang dari utara Thailand, Kazakhstan hingga Turkmenistan atau di koridor selatan menuju Indonesia hingga Samudera Hindia di selatan.

Sebuah data yang sampai saat ini mengerucut menjadi pembajakan pesawat. Saat ini dicari lokasi pesawat (Wujud Luasnya Area 7,7 Juta Kilometer Persegi Tempat Pencarian MH370) dan juga siapa yang membajak, beberapa pihak menduga pilot terlibat.

Namun entah apakah ini semua berkaitan dengan itu semua, Entahlah  yang jelas semuanya masih misteri.

 

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *