Cara Kerja Hipnotis Dajjal Pada Manusia

Cara Kerja Hipnotis Dajjal Pada Manusia 1. Di bawah pengaruh hipnotisnya, secara tidak alami orang akan merasa tenang dan tidak mampu untuk menyadari bahwa mereka hidup di jaman yang sangat penting ini.

Salah satu abad terbesar dan suci di dunia ini diawali pada tahun 1400 Hijriyah. Abad ini adalah waktu kedatangan Hazrat Mahdi (as), yang kedatangannya telah Allah sampaikan kepada semua nabi, bahkan kepada para nabi terawal sekalipun. Nabi terakhir (saw) pun telah menerangkannya dengan ratusan uraian. Nabi Isa (as) akan kembali dalam abad ini, Hazrat Mahdi (as) akan muncul dan nilai-nilai moral Islam akan mengatur dunia.

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kita berada di abad suci berawal dari hari pertama tahun 1400 Hijriyah. Lebih dari 150 tanda yang diramalkan Nabi kita (saw) telah terjadi selama 30 tahun yang lalu. Ini adalah petunjuk yang jelas akan kedatangan Hazrat Mahdi (as).

Secara normal, seorang Muslim yang mengetahui hadits mengenai sistem Mahdi ini dan menyadari keberadaanya di saat ini akan merasa gembira dan berusaha untuk menemukan beliau, Hazrat Mahdi (as). Merupakan hal yang luar biasa jika seorang Muslim yang meyakini ucapan Nabi kita (saw) dan menyaksikan bahwa lebih dari 150 tanda yang Beliau ramalkan telah terjadi, namun tetap tak acuh seolah tidak terjadi apapun.

Setiap Muslim yang mengetahui informasi ini alaminya akan mencari dan berusaha untuk menjadi pengikut Hazrat Mahdi (as) dan melayani Islam serta akan menyebarkan nilai-nilai moral Islam dengan penuh semangat dan berjuang untuk melawan segala upaya peniadaan agama.


Namun jika kita melihat dunia Islam secara umum, sebagian Muslim tidak bergeming sama sekali dengan hal ini, dan mereka berkata, “Tanda-tanda yang diramalkan Nabi kita (saw) telah nampak, dan itu bagus. Sekarang, apa yang akan kita masak untuk makan malam?” Sikap apatis yang luar biasa ini merupakan hipnotis dari dajjal.

Bagi mereka yang terhipnotis oleh dajjal, meskipun dikatakan kepada mereka semua tanda-tanda yang diramalkan, semua hadits-hadits dan buktinya, serta semua berita gembira dalam Al-Qur’an, mereka tidak akan berpaling dari sikap apatisnya.

Orang semacam ini tidak akan dapat memusatkan perhatiannya kecuali pada hal-hal kesehariannya, seperti apa yang dia miliki untuk makan malam, pakaian apa yang harus dikenakannya pago itu, ke sekolah mana anaknya akan diantar, bagaimana membayar cicilan mobilnya, dan lain-lain.

2. Hadits Nabi kita (saw) menyebutkan bahwa tinggal sedikit waktu yang tersisa hingga tibanya Hari Perhitungan. Namun ini pun gagal untuk mengingatkan mereka yang terhipnotis dajjal.

Hadis terpercaya yang disampaikan Nabi kita (saw) menyebutkan bahwa usia bumi ini adalah 7000 tahun. Satu hadits terpercaya yang dirawikan oleh Ahmad ibnu Hanbal mengungkapkan bahwa bumi telah berusia 5600 tahun.

Bediuzzaman Said Nursi menafsirkan dari hadits yang dapat dipercaya ini bahwa Hari Keputusan akan datang pada 1545 Hijriyah:

“Sekelompok umat dari golonganku akan tetap dalam kebenaran hingga datangnya keputusan Allah.”

Perhitungan abjad dari klausa “Sekelompok umat dari golonganku …” yakni 1542 (2117) menyiratkan [umat] sisa waktu. Perhitungan abjad dari klausa “akan tetap dalam kebenaran” (jika tanda rangkap ikut dihitung) menghasilkan 1506 (2082); menunjukkan bahwa hingga tahun tersebut akan terus tercerahkan secara nyata, dan mungkin disertai kemenangan; kemudian hingga 1542 (2117) dalam status rahasia dan kekalahan.

Perhitungan abjad dari klausa “hingga keputusan Allah” (jika tanda rangkap ikut dihitung) menyiratkan bahwa HARI KEPUTUSAN AKAN MENIMPA orang-orang yang tidak beriman pada tahun 1545 (2120). (Bediuzzaman Said Nursi, Kastamonu Addendum, p. 33)

Sekarang ini tahun 1431 Hijriyah. Dari hadits-hadits dan pernyataan-pernyataan para sarjana Sunni jelas bahwa usia dunia tinggal 110 tahun lagi, dan bagi Ummah tersisa 70 tahun lagi. Dengan kehendak Allah, dalam 70 tahun ini kita akan melihat kembalinya Nabi Isa (as), penampakan Hazrat Mahdi (as) secara terbuka, penyatuan dunia Islam di bawah kepemimpinan Hazrat Mahdi (as) dan kekuasaan global dari nilai-nilai moral Islam.

Tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan informasi yang sangat penting, yang akan membuat semua orang gembira dan sangat meningkatkan semangat hidup mereka. Berkat teknologi komunikasi yang telah maju seperti sekarang ini, sebagian besar umat dunia dapat mengakses informasi ini.

BACA JUGA:  Menelusuri Ajaran Kabbalah

Namun masih banyak yang bersikap seolah tidak terjadi apapun, dan disibukkan dengan kegiatan kesehariannya, seolah akan hidup beratus-ratus tahun lagi. Informasi sepenting ini dianggap sebagi hal yang biasa saja. Sebuah mukjizat besar bahwa Nabi Isa (as) yang dipanggil ke Hadapan Allah 2000 tahun lalu dan lenyap dari ruang dan waktu akan kembali ke bumi sebagai seorang nabi.

Bagaimana Hazrat Mahdi (as), hamba pilihan yang sifat-sifatnya telah dijelaskan Allah secara rinci, yang aktif di abad ini merupakan mukjizat lainnya. Bagaimana setiap orang, atas kehendak Allah, akan kembali beriman pada tahun-tahun kedepan dan nilai-nilai moral islam akan mengatur dunia merupakan mukjizat besar lainnya.

Namun sikap orang-orang yang mengetahui mukjizat-mukjizat ini dengan tetap menganggapnya sebagai hal yang tidak penting dan lebih terikat dengan kontrak bisnis keseharian, mengurus biaya sekolah anak-anak mereka, merencanakan rumah yang ingin mereka beli dan bagaimana harus menghiasi rumah-rumah mereka juga merupakan keajaiban (keanehan, pen) besar. Sikap apatis ini merupakan tanda-tanda yang jelas mengenai pengaruh dajjal terhadap mereka.

3. Sungai-sungai darah Muslim mengalir di seluruh dunia dan dunia Muslim sangat menderita, namun hipnotis dajjal membuat banyak orang memandangnya tanpa perhatian.

Laporan tentang orang-orang yang termartir merupakan berita harian di Afganistan, Irak, Palestina atau di Turkestan Timur. Hampir setiap hari ada berita yang melaporkan umat Muslim yang dibombardir, diserang, ditembak, dipenjarakan secara tidak adil, disiksa, diperkosa dan dibunuh.

Banyak sekali yang menonton berita ini dengan rasa apatis yang mengherankan, dan biasanya tidak memberikan reaksi kecuali mengatakan, “Apa Anda melihat apa yang terjadi di dunia Muslim?” Lebih buruk dari itu, banyak sekali dari mereka yang hanya membalikan lembar berita semacam itu, tanpa membacanya, dan lebih tertarik untuk melihat hasil pertandingan sepak bola atau model rambut baru dari seorang artis.

Sementara orang seperti ini menikmati hidangan sup atau teh sambil membicarakan hal-hal yang tak berguna, pada saat yang sama jutaan orang tinggal di jalanan Pakistan tanpa rumah, berjalan kesana-kemari mencari perlindungan untuk usim dingin. Ibu-ibu yang tinggal di Palestina kebingungan bagaimana menyelamatkan anak-anak mereka yang tidak mampu mereka bawa ke rumah sakit.

Para bapak di Afganistan yang isitri-istri mereka diperkosa di depan mata tidak tahu harus berbuat apa. Anak-anak Irak yang kehilangan saudara kandungnya yang baru lahir ketika rumah bersalinnya dibombardir bertanya-tanya kapan semua itu akan berakhir. Mustahil bagi orang yang normal untuk bisa tetap tenang melihat hal demikian walau hanya sekejap.

Namun kenyataan bahwa kebanyakan dunia Islam yang hampir 1,5 milyar jumlahnya itu tetap duduk tenang melihat hal buruk yang terjadi pada ibu-ibu kita, saudari-saudari kita, kakek-kakek dan bibi-bibi kita di tanah-tanah tersebut merupakan akibat hipnotis dajjal pada mereka.

4. Karena hipnotis dajjal, orang-orang mempercayai Darwinisme, yang mengajarkan bahwa seluruh kehidupan dan jagat raya ini terbentuk karena kejadian acak dengan ide-ide yang janggal dan tidak masuk akal.

Salah satu kegiatan yang terang-terangan dari sistem antikris adalah kebebasan ajaran Darwinisme yang diterima secara resmi di banyak negara, meskipun sudah jelas bahwa kejadian acak mustahil untuk bisa menciptakan satu protein tunggal pun, dan meskipun bukti menunjukkan bahwa mahluk hidup tidak pernah berubah selama jutaan tahun dan data-data dari semua cabang ilmu telah membuktikan ketidakabsahan teori evolusi.

Bediuzzaman juga menyatakan bahwa Darwinisme dan materialisme akan menyebarkan pengaruh buruk melalui indoktrinasi dan mengakibatkan kerusakan buruk pada manusia. Darwinisme adalah agama dari masyarakat antikris. Kaum antikris membutuhkan agama palsu untuk mempertahankan nilai-nilai moral mereka, dan agama tersebut adalah Darwinisme.

Teori yang tak masuk akal dan janggal diciptakan dengan menggunakan gambar-gambar, rumus-rumus palsu, bukti-bukti falsu, kemudian mendoktrinkan hal tersebut kepada orang-orang dengan menyatakannya sebagai fakta ilmiah. Darwinisme dikenal sebagai keyakinan tahayul yang bersumber dari kepercayaan bangsa Sumeria dan Mesir kuno dan tak berdasar pada bukti ilmiah apapun.

BACA JUGA:  Keberadaan Freemason di Indonesia

Pernyataan bahwa “mahluk hidup tercipta begitu saja dari air lumpur” dikemas secara serius dan dihiasi dengan istilah-istilah Latin, seolah pernyataan ilmiah. Lebih buruk lagi, orang-orang yang berpendidikan bahkan bergelar profesor pun ikut meyakini mitos ini. Adanya intimidasi dan tekanan terhadap orang-orang yang yang menentang keyakinan ini merupakan indikasi lain dari keberadaan hipnotis  antikris.

5. Meskipun Allah berjanji kepada umat Muslim bahwa Islam akan menguasai dunia, pengaruh antikris membuat banyak Muslim mengabaikan janji Allah ini.

Allah telah berjanji dalam beberapa ayat Al-Qur’an bahwa orang-orang yang beriman akan mewarisi Bumi, dengan kata lain, nilai-nilai moral Islam akan mengatur dunia. Berita-berita gembira juga disampaikan dalam banyak hadits mahwa nilai-nilai moral Islam akan mengatur dunia di jaman Hazrat Mahdi (as), jaman di mana kita hidup sekarang ini.

Setiap Muslim yang percaya kepada Allah, yang berserah diri kepadaNya dan meyakini keputusanNya, tahu bahwa Allah pasti memenuhi janjiNya. Dan karena Allah telah menjanjikan kekuasaan atas dunia, mereka akan berjuang sebagai alat untuk mencapai janjiNya tersebut. Mereka akan berjuang secara material dan spiritual.

Allah memerintahkan secara eksplisit kepada orang-orang yang beriman untuk berjuang hingga Islam menguasai dunia, hingga segala jenis korupsi lenyap dari muka bumi dan hanya tersisa agama Allah saja di dunia. (Surat Al-Anfal:39) Selain sholat, puasa dan zakat, Allah pun memerintahkan umat Muslim untuk berjuang di jalanNya hingga agamaNya mengatur seluruh dunia. Setiap Muslim harus berjuang melawan korupsi untuk mewujudkan janji Allah ini.

Dengan kata lain, mereka harus berjuang melawan ketakberagamaan, menentang materialisme dan Darwinisme, yang melukai orang dan menimbulkan penderitaan, mencabut keceriaan, mengubah mereka menjadi robot-robot dan melegitimasi perpecahan, peperangan dan sikap egois. Perjuangan ini mesti pada tingkat gagasan. Semua penderitaan dan masalah yang mengganggu dunia memiliki pondasi ideologis.

Penderitaan seperti itu tidak akan berakhir hingga pondasi tersebut dilenyapkan. Dan pondasi itu adalah Darwinisme dan materialisme. Dalam upaya melawan Darwinisme dan materialisme, seorang Muslim juga memiliki kewajiban untuk menerangkan bukti akan keberadaan dan keesaan Allah, dengan menggunakan cara-cara yang bijak, menyenangkan, santun dan rasional sehingga pihak lain bisa meyakininya.

Dia memiliki kewajiban untuk mendakwahkan kebenaran Al-Qur’an, menyebarkan nilai-nilai moral dari Nabi kita (saw) serta Jaman Kebahagiaan Islam. Namun semua ini mesti dilakukan sesuai dengan perintah Allah, “Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah dan agama semata-mata hanya untuk Allah.” (Surat Al-Baqarah:193)

Hanya karena pengaruh hipnotis antikrislah orang-orang kehilangan harapan akan kekuasaan global Islam, walau kebenaran di atas telah nampak nyata. Orang-orang ini melupakan janji Allah dan berita gembira, dan mereka beranggapan bahwa harapan kekuasaan Islam itu peluangnya sangat kecil. Dengan kata lain, mereka menganggap janji Allah itu sebagai hal yang mustahil. Ketika ditanya “Dapatkah komunisme menguasai dunia?” Orang-orang ini menjawab, “mungkin saja.”

Ketika ditanya, “Dapatkah freemason ateis menguasai dunia?” Orang-orang ii menjawab, “tentu, mengapa tidak?” Ketika ditanya, “Dapatkah fasisme, Amerika Serikat, Eropa atau Zionisme ateis menguasai dunia?” Mereka menganggap penjajahan oleh mereka sangat mungkin. Mereka beranggapan bahwa kekuasaan Islam atas dunia harapannya kecil.

Ini disebabkan pengaruh hipnotis antikris terhadap mereka, dan pandangan mereka tertutup, dan mereka melupakan janji Allah. Fakta menunjukkan bahwa setiap Muslim mengetahui bahwa janji Allah itu pasti ditepati. Semestinya dia mengerahkan seluruh sumberdaya dan upaya untuk mewujudkan kekuasaan agama Allah atas dunia, tanpa melihat kapan Allah akan mewujudkan janjinya itu.

Mereka yang mendukung sikap apatis dan malas dengan melupakan janji Allah, meremehkan upaya-upaya dari mereka yang memperjuangkan kekuasaan Islam, dan mereka mengatakan, “kekuasaan itu tak kan pernah terjadi,” jelas telah tersihir oleh pengaruh antikris.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *