Mitos Tentang Cincin Putih di Gunung Slamet

BILIKMISTERI.WEB.ID ~ Ada fenomena unik yang terjadi paada peristiwa di Gunung Slamet Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi pada hari kamis tanggal 11 kemarin. Banyak orang yang menyaksikan peristiwa yang langka dan unik itu yang terjadi di atas puncak Gunung tersebut.

Mitos Tentang Cincin Putih di Gunung Slamet
Cincin Putih muncul di Gunung Slamet

Ada asap yang keluar dari kawah gunung itu yang tidak tampak dari biasanya yang berbentuk seperti cincin. Menurut salah seorang pengamat Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, fenomena ini baru pertama kali muncul dan tidak mengetahui persisi penyebab fenomena ini.

Memang ada peningkatan aktifitas magma yang diantaranya terjadi letusan abu vulkanik yang diikuti suara dentuman yang terdengar hingga radius 17 km yang menggetarkan kaca rumah.

Melihat fenomena alam ini, ada pula yang mengucapkan doa karena mengagumi karya Sang Pencipta, subhanallah, masyaallah, astaghrifullah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang Sukedi mengatakan, asap putih yang keluar membentuk lingkaran menyerupai cincin ada hubungannya dengan tempat keluar magma dari dapur kawah.


Di dalam perut gunung terdapat dapur magma yang selalu berproduksi. Magma yang terdesak naik ke permukaan kawah bergerak keluar melalui jalur yang berbentuk menyerupai pipa.

Ketika sampai puncak membawa material yang sangat banyak. Keluar lewat cerobong magma yang bulat sehingga keluarnya juga bulat. Seperti ketika orang merokok itu, keluar asapnya bisa bulat.

Kemunculan asap yang unik dan langka itu pun mengundang komentar masyarakat di sekitar Gunung Slamet. Beberapa dari mereka mencoba menghubung-hubungkan dengan mitos.

Ada mitos tentang Gunung Slamet yakni Mbah Bebek, yang dalam mitos disebut sebagai penguasa Gunung Slamet. Menurut dia, bukan kali pertama ada asap berbentuk bebek. Pada 15 Maret 2014, kata dia, juga terjadi hal yang sama.

Namun, perbedaan kali ini, asap berbentuk bebek ada lingkaran atau cincin seperti malaikat di atas asap yang menurut dia berbentuk seperti bebek.

Mitos Romo Bebek

Di balik sebuah legenda atau mitos dalam sejarah membawa makna. Itulah yang bisa diambil dari fenomena kemunculan awan berbentuk seekor bebek pasca terjadinya dentuman dan semburan lava pijar berada di puncak Gunung Slamet.

Yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas ini.

Jika pada masa erupsi Merapi, muncul fenomena Mbah Petruk, yang menghadap ke Yogya sebelum meletus, maka layaknya di Merapi, usai terjadi ‘erupsi kecil’ di Gunung Slamet muncul fenomena awan membentuk ‘Romo Bebek’.

Selain dipercaya warga sekitar sebagai penguasa Gunung Slamet, ‘Romo Bebek’ sebutan yang sering dilontarkan oleh warga sekitar adalah ‘momongan’ (asuhan) dari Kyai Slamet, sebutan Gunung Slamet di era masa sekarang. Kyai Slamet konon diangkat sebagai Tumenggung (pengawal) sang penguasa Laut Pantai Selatan, Ratu Kidul.

Kyai Slamet diserahi Ibu Ratu Kidul untuk mengasuh dua gunung yang didekatnya, yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang pernah muncul fenomena awan membentuk tokoh pewayangan yaitu Kyai Semar.

Subarno, seorang paranormal di Jateng menjelaskan, kemunculan Romo Bebek ini sebagai simbol perbuatan untuk ‘angon’ (saling mengasuh) sesama warga. Apalagi, saat ini kondisi negara kita dalam kondisi usai Pemilihan Presiden saling mencaci dan saling memaki.

Bahkan saling berupaya menjatuhkan hingga melupakan kepentingan rakyat, bangsa dan negaranya. Sehingga muncul penampakan awan Romo Bebek sebagai nasihat agar saling mengasuh, mengasah dan mengasihi.

“Sejarahnya kidul (Ratu Kidul) dan Sungai Serayu. Romo Bebek diberikan ke Romo Slamet disuruh untuk angon. Angon dalam artian yang luas yaitu nuntun (mengarahkan) kepada hal yang baik. Apalagi paska Pilpres, suasana tidak semakin mendingin justru semakin memanas! Gonjang-ganjinge jagat!” ungkapnya.

Jika warga berdasarkan melihat bentuk penampakan awan menyatakan bahwa itu adalah bentuk seekor bebek, maka Subarno paranormal yang dalam dunia metafisika sering dipanggil Kyai Bolong ini menyatakan bahwa awan itu gambaran bentuk tokoh pewayangan yang disebut ‘Togok’.

Togok, merupakan tokoh pewayangan dewa yang kemunculannya di dunia hampir bersamaan dengan tokoh Semar. Namun, togok ini mempunyai karakter ‘mbodoni’ atau tahu tapi pura-pura tidak tahu. Layaknya pejabat politik saat ini. Demi kepentingan kelompok atau golonganya mereka mengesampingkan kepentingan rakyat.

“Bibirnya menyerupai tokoh wayang di Jawa seperti togok. Karakternya ‘orang tiyeng’ (pura-pura tidak mengerti) akan kebenaran kalau orang Banyumasan bilang. Makanya banyak pejabat sekarang seperti itu,” ungkapnya.

Jika kita sebagai manusia tidak saling mengasuh, mengasih dan mengasah (belajar bersama), maka bencana yang akan didapatkan di negeri ini.

“Kyai Slamet kongkon angon supoyo siji ora ono sing siji kalong. Mulane dijenengke nylametke. Nyoh ki bebek limo diawasi, ojo sampek kalong mulane dadine slamet terus. Nek ono sing nyolong culigo, mengerikan.

(Gunung Slamet disuruh mengasuh bebek! Makanya dinamakan Slamet, supaya semua selamat. Jangan sampai ada korban jiwa. Kalau ada yang mencuri nyawa salah satunya akan mengerikan),”tuturnya.

Namun, Subarno meramalkan meski bergejolak Gunung Slamet tidak akan meletus besar. Sebab, dalam perjalanan sejarahnya Gunung Slamet tidak pernah mengalami erupsi besar. “Meletusnya Gunung Slamet mengerikan. Lebih mengerikan dari Gunung Galunggung. Tapi tidak mungkin Gunung Slamet meletus,” ramalnya.

Subarno yang sempat bertemu almarhum juru kunci Gunung Slamet yang bernama Eyang Pramono itu juga meyakini bahwa semua gunung di Jawa khususnya secara gaib saling berhubungan dan mempunyai mitos masing-masing.

“Semua gunung itu ada hubungannya dengan Ibu Ratu Kidul. Slamet itu adalah pengasuh yang dipercaya momong. Kalau Slamet marah, meletus maka Sindoro Sumbing menangis. Karena sedih karena Sindoro, momongane nesu (marah) akan takut. Kalau ibu’e diperintah yo nesu. Podo wae. Merapi adalah besan, Slamet adalah Tumenggung,” tukasnya.

Subarno menambahkan, selain mitos penampakan Romo Bebek di puncak Gunung Slamet, penampakan bebek juga secara gaib kadang kala muncul di sepanjang Sungai Serayu yang membentang di sekitar kaki Gunung Slamet. Selain dalam bentuk kawanan bebek juga kadang muncul dalam bentuk kawanan kerbau di sepanjang hulu dan hilir Sungai Serayu.

“Jika muncul itu, maka akan ada peristiwa penting di negeri ini. Kawanan bebek atau kerbau muncul, tiba tiba raib dan menghilang entah kemana. Diyakini, bahwa Sungai Serayu itu jalan menuju istana Ibu Ratu Kidul di Laut Selatan tempat kerajaan gaib Ratu Kidul bertahta. Ibaratnya pasukan atau kawanan bebek atau kerbau itu sowan,”ucapnya.

Percaya tidak percaya, itulah mitos, kepercayaan terhadap keberadaan Gunung Slamet (Kyai Slamet), Romo Bebek, Ibu Ratu Kidul dan Sungai Serayu yang saling memiliki keterkaitan.

Layaknya mitos Mbah Petruk dengan Loh Toyo sang penguasa Merapi, dengan fenomena alam Banjir Lahar Dingin serta cerita tentang; ‘Sabdo Palon Noyo Genggong’ yang menjadi mitos dan legenda di kaki lereng Merapi saat ini.

“Itu bukan legenda, ibaratnya Mbah Maridjan cerita yang nyata, fakta dan itu bisa mengeluarkan bebek ratusan dan bebek nyata. Jika di ikuti akan berada di Serayu. Bebek ajaib. Makanya Gunung Slamet adalah sosok pengayom yang dijuluki Kyai Slamet,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Bahayanya Khurasan Bagi Amerika


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *